Kajian Kelayakan Kapasitas Kolam Pengendapan dalam Menampung Air dari Dua Pit Berdasarkan Desain Pit 2025
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang menerapkan sistem
tambang terbuka (open pit). Salah satu aspek penting dalam kegiatan pertambangan
adalah pengelolaan air tambang, yang mencakup sistem sumuran (sump),
pemompaan, perpipaan, serta kolam pengendapan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi apakah kapasitas kolam pengendapan yang ada saat ini mampu
menampung air limpasan dari dua pit aktif berdasarkan desain pit tahun 2025.
Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari
perusahaan. Data yang digunakan meliputi data curah hujan maksimum tahunan
periode 2015–2024, data desain kolam pengendapan aktual, serta peta topografi.
Curah hujan rencana dihitung menggunakan metode distribusi Gumbel dengan
periode ulang 5 tahun dan menghasilkan nilai sebesar 153,412 mm/hari.
Berdasarkan metode Mononobe, diperoleh intensitas curah hujan sebesar 14,53
mm/jam, yang dikategorikan sebagai hujan lebat. Debit air limpasan dihitung dari
luas daerah tangkapan (catchment area), intensitas curah hujan, dan koefisien
limpasan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total debit limpasan mencapai
21,10 m³/detik dengan volume air hujan sebesar 281.938,73 m³. Sistem pemompaan
menggunakan dua jenis pompa, yaitu Multiflo 420E dan Multiflo 390, dengan total
kebutuhan 10 unit pompa. Sistem pemipaan menggunakan pipa HDPE berdiameter
12 inci dengan total panjang 1.715 meter. Kolam pengendapan aktual memiliki
volume sebesar 33.247,71 m³ dan terdiri atas lima kompartemen. Volume tersebut
tidak mencukupi untuk menampung total debit limpasan hasil pemompaan yang
mencapai 114.696 m³/hari. Oleh karena itu, dirancang kolam pengendapan baru
dengan kapasitas total 147.721,86 m³, yang terdiri atas delapan kompartemen dan
berbentuk trapesium kebalik dengan kemiringan 45°. Lokasi kolam direncanakan
di sisi timur kolam pengendapan eksisting dan dibangun dengan bentuk berkelok
agar memperlambat aliran dan mempercepat proses sedimentasi. Analisis water
balance menunjukkan bahwa volume kolam pengendapan hasil rancangan lebih
besar dari selisih antara volume air masuk dan keluar, yaitu 114.696 m³ – 69.969,56
m³ = 44.726,44 m³. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas kolam pengendapan telah
memenuhi ketentuan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, yaitu minimum
1,25 kali volume air dari curah hujan tertinggi. Berdasarkan hasil analisis dan
perhitungan, dapat disimpulkan bahwa kolam pengendapan eksisting tidak mampu
menampung limpasan dari dua pit aktif. Oleh karena itu, rancangan kolam
pengendapan baru dinyatakan layak dan mampu menampung debit limpasan sesuai
dengan desain pit tahun 2025, serta mendukung pengelolaan air tambang yang
efektif dan berkelanjutan.
Description
Reupload file repositori 18 februari 2026_ratna/dea
