Sejarah Perkebunan Kopi Di Probolinggo Era Cultuurstelsel Tahun 1830 1870
| dc.contributor.author | Hosin Fadlullah Su`aidi | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T00:58:01Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-25 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 19 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Perkebunan kopi merupakan bagian penting dari perekonomian Indonesia, karena industri ini telah dimanfaatkan secara efektif oleh Eropa di Indonesia dan menghasilkan keuntungan yang signifikan, sebab wilayah Indonesia yang ideal untuk perkebunan. Setelah Hindia-Belanda mengganti kepemimpinan VOC, perkembangan sektor perkebunan meningkat drastis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bagaimana latar belakang kemunculan perkebunan kopi di Probolinggo, 2) perkembangan perkebunan kopi di probolinggo pada tahun 1830-1870, 3) dampak perkebunan kopi bagi masyarakat Probolinggo. Pemilihan subjek, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi adalah langkah-langkah sejarah yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam skripsi ini, pendekatan yang digunakan adalah sosial ekonomi pada lingkup lingkungan perkebunan. Sosial ekonomi perkebunan membahas tentang dampak dan pengaruh perkebunan kopi terhadap masyarakat dan membahas mengenai peranan masyarakat terhadap perekonomian pada masa itu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi dan kapitalisme dalam lingkup lingkungan perkebunan dengan penelitian fokus pada proses tanam hingga hasil yang meliputi tentang penggunaan lahan, pekerja, dan hasil dari kebun kopi yang ada di Kabupaten Probolinggo pada tahun 1830-1870. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem tanam paksa atau Cultuurstelsel berpengaruh terhadap produksi dan hasil perkebunan yang ada di Kabupaten Probolinggo serta peran pemerintahan Hindia-Belanda dalam melakukan strategi politik terhadap keberlangsungan produksi kopi pada masa itu. Pada masa Cultuurstelsel ini perkembangan perkebunan kopi di Probolinggo menjadi pesat, karena dalam sistem ini rakyat pribumi diwajibkan menanan tanaman komiditi ekspor salah satunya kopi hal ini juga tentunya ada sisi negatif yang diterima masyarakat seperti kesengsaraan dan ketentuan sistem yang melenceng dari kesepakatan antara penduduk pribumi dan pemerintah Hindia-Belanda. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dra. Latifatul Izzah, M.Hum. DPA: Dr. Retno Winarni, M.Hum. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3571 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Imu Budaya | |
| dc.subject | Perkebunan Kopi | |
| dc.subject | Probolinggo | |
| dc.title | Sejarah Perkebunan Kopi Di Probolinggo Era Cultuurstelsel Tahun 1830 1870 | |
| dc.type | Other |
