Penilaian Risiko Kesehatan Akibat Paparan Mikroplastik Pada Air Minum Isi Ulang DI Kecamatan Mojowarno

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Air minum isi ulang (AMIU) menjadi salah satu sumber air minum yang banyak digunakan masyarakat karena harganya lebih terjangkau dan praktis dibandingkan air minum dalam kemasan. Akan tetapi, AMIU berpotensi mengalami kontaminasi mikroplastik yang berasal dari sumber air baku, penggunaan galon secara berulang, serta komponen plastik pada sistem pengolahan dan distribusi air. Mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi air minum dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, seperti inflamasi, stres oksidatif, gangguan endokrin, hingga berpotensi meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menilai potensi risiko kesehatan akibat paparan mikroplastik pada air minum isi ulang di Kecamatan Mojowarno. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 7 depot air minum isi ulang dan 70 responden konsumen yang berada di Desa Catak Gayam dan Desa Mojojejer. Identifikasi mikroplastik dilakukan menggunakan mikroskop dan dilakukan uji Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), sedangkan penilaian risiko kesehatan dilakukan menggunakan pendekatan Estimated Daily Intake (EDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air minum isi ulang terkontaminasi mikroplastik dengan total kelimpahan sebesar 137 partikel/liter. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada sampel S7 sebesar 53 partikel/liter dan terendah pada sampel S6 sebesar 7 partikel/liter. Ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu 1–100 µm sebesar 85,40%. Bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah film sebesar 59,85% dengan warna dominan transparan sebesar 52,55%. Hasil uji FTIR menunjukkan bahwa jenis polimer yang teridentifikasi yaitu polyisobutylene (PIB). Total konsumsi air minum isi ulang responden sebesar 1,77 liter/hari dengan durasi konsumsi selama 6 tahun. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa median estimasi asupan harian mikroplastik non karsinogenik sebesar 7,69 x 10-2 partikel/kgBB/hari dan karsinogenik sebesar 3,29 x 10-2 partikel/kgBB/hari. Nilai median risiko non karsinogenik responden sebesar 1,772 x 10-1 dan risiko karsinogenik responden sebesar 3,36 x 10-5 memiliki arti bahwa mikroplastik belum berisiko terhadap efek non karsinogenik dan karsinogenik pada tubuh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa air minum isi ulang di Kecamatan Mojowarno telah terkontaminasi mikroplastik sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan kualitas air minum isi ulang, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan sanitasi lingkungan, dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya mikroplastik.

Description

Finalisasi 28 Juli 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By