Gambaran Distribusi Luminansi Pencahayaan Alami pada Lingkungan Kerja Pabrik Kayu CV. Raung Rimba Raya 2
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Berdasarkan EN 12464-1, kualitas pencahayaan tidak hanya ditentukan oleh
tingkat iluminansi, namun ditentukan oleh distribusi luminansi, yaitu persebaran
terang dan gelap yang sampai pada bidang pandang manusia. Distribusi luminansi
yang tidak sesuai dapat menyebabkan kelelahan mata dan kecelakaan kerja. Kondisi
tersebut selaras dengan kondisi di CV. Raung Rimba Raya 2 . Pada lokasi tersebut,
terdapat pekerja yang mengalami kelelahan mata dan kejadian kecelakaan kerja
yang cukup sering terjadi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa terdapat
titik di area produksi yang memiliki nilai iluminansi jauh dibawah standar (37 lux
dari standar 200-300 lux), selisih hasil pengukuran yang besar (5,6 dan 138,6 lux)
sehingga mengindikasikan nilai Uniformity ratio (UR) rendah, dan beragamnya
material sehingga menunjukkan variasi pola pantulan cahaya. Selain itu,
penggunaan pencahayaan alami sebagai sumber utama dari pagi hingga sore hari
karena alasan efisiensi energi, serta tingginya kejadian kecelakaan pada rentang
waktu tersebut, memperkuat urgensi penelitian ini untuk mengkaji distribusi
luminansi pencahayaan alami pada lingkungan kerja Pabrik Kayu CV. Raung
Rimba Raya 2 berdasarkan tingkat iluminansi, UR, dan reflektan permukaan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di CV.
Raung Rimba Raya 2 pada bulan November 2025 hingga Februari 2026. Variabel
dalam penelitian ini meliputi tingkat iluminansi, UR, dan reflektan. Unit analisis
mencakup tiga area kerja utama, yaitu area produksi, pengering, dan repair.
Sementara itu, analisis reflektan dilakukan pada permukaan objek dinding, bidang
kerja, dan lantai. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data
primer diperoleh melalui pengukuran langsung tingkat iluminansi, UR, dan
reflektan menggunakan lux meter. Data sekunder diperoleh dari dokumen
perusahaan berupa denah area lingkungan kerja. Pengukuran pencahayaan mengacu pada SNI 7062:2019 serta metode pengukuran Stein dan Reynolds. Pengumpulan pada tingkat iluminansi, UR, dan reflektan dilakukan pada pukul 11.00-13.00 WIB
karena pencahayaan alami berada pada kondisi paling stabil dan optimal pada
rentang waktu tersebut. Data yang diperoleh diolah menggunakan aplikasi statistik,
kemudian disajikan dalam bentuk tabel, narasi, dan peta kontur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat iluminansi pada area produksi 81,64 lux, area pengering 49,77 lux, dan area repair 610,4 lux, artinya hanya area repair yang memenuhi standar peraturan menteri ketenagakerjaan nomor 5 tahun 2018. Nilai UR pada area produksi 0,01, area pengering 0, dan area repair 0,06,
sehingga seluruh unit analisis belum memenuhi standar UR berdasarkan EN 12464-
1. Hasil reflektan lantai plester adalah 0,1, lantai paving 0,2, dinding bata 0,11,
dinding seng 0,16, dinding plastik terpal 0,13, dinding cat putih 0,13, dan meja besi
0,2. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut material yang memenuhi standar
reflektan berdasarkan EN 12464-1 adalah lantai plester, lantai paving, dinding cat putih, dan meja besi. Sementara itu, dinding bata, dinding seng, dan dinding plastik terpal tidak memenuhi standar reflektan.
Description
Reupload file repositori 12 Mei 2026_Magang SP (Farah)_Firli
:: Finalisasi Repositori File 12 Mei 2026_Kurnadi
