Pengaruh Parameter 3D Printing Resin terhadap Kekuatan Impact Produk Cover Engine Motor

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Teknologi 3D printing resin telah berkembang pesat sebagai metode additive manufacturing yang mampu menghasilkan produk dengan presisi tinggi dan kompleksitas bentuk yang tinggi. Penelitian ini membahas tentang pengaruh parameter proses pencetakan 3D berbasis resin terhadap kekuatan impak dari produk cover engine motor. Salah satu material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sunlu ABS-like photopolymer resin, yang dikenal memiliki ketahanan benturan dan panas yang baik. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan dua variabel bebas utama, yaitu exposure time (3 s, 4 s, 5 s) dan layer thickness (0,02 mm, 0,03 mm, 0,04 mm). Proses pencetakan dilakukan menggunakan printer Phrozen sonic mini 4K dan pengujian impak menggunakan metode Charpy sesuai standar ISO 179-1. Total 27 spesimen dicetak untuk mendapatkan data yang mencakup seluruh kombinasi variabel atau parameter yang relevan. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel proses terhadap nilai kekuatan impak dan juga ANOVA untuk mengetahui variasi parameter yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter layer thickness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan impak. Semakin kecil nilai layer thickness, semakin tinggi nilai kekuatan impak yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh proses polimerisasi yang lebih merata dan ikatan antar lapisan yang lebih kuat. Sebaliknya, parameter exposure time tidak memberikan pengaruh signifikan secara statistik, meskipun terdapat kecenderungan peningkatan kekuatan impak pada nilai optimal (4 detik), di mana proses curing resin terjadi secara sempurna. Dari hasil pengolahan data, diperoleh persamaan regresi linier berganda: Y = 0,062x1 – 50,833x2 + 5,297 di mana X₁ adalah exposure time, X₂ adalah layer thickness, dan Yadalah kekuatan impak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 87,5% menunjukkan bahwa model regresi dapat menjelaskan sebagian besar variabilitas data. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan ANOVA, pada parameter layer thickness yang memiliki nilai signifikansi di bawah 0,05, menunjukkan semakin kecil nilai dari layer thickness memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan impak. Adapun exposure time, tidak menunjukkan pengaruh signifikan ketika menggunakan exposure time lebih dari 4 s terhadap kekuatan impak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengaturan layer thickness merupakan faktor kritis dalam meningkatkan kekuatan impak dari hasil cetak 3D printing resin, sedangkan exposure time perlu diatur pada nilai yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemilihan parameter proses yang tepat untuk menghasilkan komponen fungsional berbahan ABS-like fotopolimer resin, terutama untuk aplikasi otomotif seperti pelindung mesin (cover engine).

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 12

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By