Fabrikasi Quadcopter Melalui Additive Manufacture dengan Optimasi Kekuatan Impak

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Additive Manufactur (AM) merupakan teknologi pencetakan yang dapat merubah 3D model CAD (Computer Aided Design) menjadi objek real. Proses pembuatan objek dilakukan dengan cara penambahan material lapisan demi lapisan yang terkombinasi menjadi satu kesatuan objek yang utuh. Additive Manufactur memiliki beberapa kelebihan yang menjadikan AM lebih populer dibandingkan dengan metode manufaktur konvensional. Kemampuan untuk menghasilkan geometri kompleks dengan biaya lebih rendah, waktu produksi lebih cepat, dan lebih sedikit menghasilkan material sisa. Teknik pencetakan 3D yang banyak digunakan adalah FDM (Fused Deposition Modelling), yang memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan yang baik, penggantian filamen yang mudah, biaya perawatan yang rendah, dan kurangnya inspeksi. Beberapa parameter yang mempengaruhi kualitas produk antara lain infill density, infill pattern dan layer height. Parameter-parameter ini telah diteliti dalam hubungannya dengan sifat mekanik produk, seperti kekuatan impak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan cara mendapatkan kekuatan impak maksimum pada produk ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene). Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode Taguchi dana analisis statistik ANOVA untuk mengoptimalkan parameter proses dan analisis kontibusi faktor-faktor terhadap kekuatan impak produk 3D printing menggunakan filament ABS. Metode Taguchi digunakan dalam merancang eksperimen dengan tujuan memperoleh hasil yang optimal dan waktu yang minimal, sementara ANOVA digunakan untuk menganalisis dan megevaluasi perbedaan signifikan dan pengaruh relatif dari faktor-faktor yang diteliti. Berdasarkan hasil ekperimen dan analisis pengaruh parameter proses 3D printing filament ABS terhadap kekuatan impak menggunakan metode Taguchi, DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER beberapa kesimpulan dapat diambil dari penelitian ini. Pertama, infill pattern memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan impak filament ABS dengan kontibusi 78,38 %. Keduan, infill density dan layer height memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap kekuatan impak filament ABS dengan kontribusi parameter berturut-urut 1,85% dan 5,24%. Ketiga, parameter infill pattern yang optimal untuk kekuatan impak adalah infill pattern RectiLinear. Keempat, parameter infill density dan layer height yang optimal untuk kekuatan impak masing-masing 95% dan 0,1 m

Description

Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By