Proyeksi Produksi dan Cadangan Sumur X di Lapangan Y Menggunakan Metode Decline Curve Analysis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Lapangan Y yang terletak di Cekungan Sumatera Selatan, sekitar 105 km
dari Kota Palembang, merupakan salah satu wilayah potensial penghasil
hidrokarbon di Indonesia. Lapangan ini memproduksi dari dua formasi utama,
yakni Formasi Baturaja dan Talang Akar, dengan jenis reservoar karbonat dan
batupasir. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju produksi, Estimate
Ultimate Recovery (EUR), serta Remaining Reserve (RR) sumur X di Lapangan Y
dengan menggunakan metode Decline Curve Analysis (DCA). DCA dipilih karena
keandalannya dalam melakukan proyeksi berdasarkan data produksi historis, serta
kemampuannya memberikan estimasi parameter cadangan dengan pendekatan
empiris.
Metodologi penelitian dilakukan dengan pengumpulan data produksi
selama 41 bulan, yang kemudian dianalisis menggunakan tiga pendekatan kurva
penurunan produksi, yaitu exponential, hyperbolic, dan harmonic. Berdasarkan
hasil plot semilog antara laju alir harian dan waktu, diketahui bahwa data mengikuti
pola penurunan eksponensial, dengan laju penurunan awal (initial decline rate)
sebesar 3,17% per bulan. Proyeksi dilakukan hingga laju alir mencapai batas
minimum ekonomis yang diasumsikan sebesar 10 STB/D. Dari hasil perhitungan,
kumulatif produksi minyak (Np) hingga bulan ke-41 mencapai 2.391.558 STB,
sedangkan pada saat mencapai batas Qo limit diperkirakan sebesar 3.315.611 STB.
Ekstrapolasi grafik kumulatif produksi terhadap laju alir hingga nilai laju
produksi mendekati nol memberikan nilai Estimate Ultimate Recovery (EUR)
sebesar 3.400.000 STB. Nilai ini mencerminkan total volume minyak yang dapat
diproduksi selama umur ekonomis sumur. Dengan demikian, Remaining Reserve
(RR), atau cadangan minyak yang masih dapat diproduksi dari saat ini hingga akhir
umur produksi, diperkirakan sebesar 1.008.442 STB. Recovery factor pada bulan
ke-41 juga tercatat mencapai 70,34%, yang menunjukkan efisiensi perolehan
minyak dari total cadangan yang tersedia.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa metode DCA, khususnya
model eksponensial, mampu memberikan estimasi yang cukup akurat terhadap prediksi produksi di masa depan dan sisa cadangan minyak. Namun, perlu dicatat
bahwa penentuan nilai EUR bersifat subjektif karena dilakukan melalui ekstrapolasi
visual pada grafik. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian lanjutan
menggunakan metode perbandingan seperti volumetrik atau material balance guna
validasi. Selain itu, analisis sensitivitas terhadap variasi batas Qo limit dan integrasi
dengan analisis keekonomian juga dapat memperkuat hasil evaluasi. Temuan ini
diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam menyusun
strategi pengembangan sumur, serta mempertimbangkan tindakan rekayasa seperti
workover untuk memperpanjang umur produksi secara ekonomis.
Description
Reupload file repository 27 Maret 2026_Maya
