Formulasi dan Karakterisasi Serbuk Minuman Sari Mengkudu (Morinda Citrifolia) Dengan Penambahan Serai dan Jahe
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan tanaman tropis yang
cukup banyak diberbagai tempat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun
2022, produksi buah mengkudu di provinsi Jawa Timur sebesar 1.795.074 kg
(BPS, 2022). Tingginya produksi buah mengkudu di provinsi Jawa Timur dapat
berpotensi untuk dijadikan minuman serbuk. Hal ini dikarenakan buah mengkudu
memiliki kandungan zat aktif. Meskipun memiliki banyak kandungan yang
bermanfaat, buah mengkudu juga memiliki kelemahan yaitu aroma dan rasa yang
menyengat sehingga kurang disukai oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu
adanya upaya untuk mengurangi aroma dan rasa tersebut dengan mencampurkan
sari buah mengkudu dengan jahe dan serai. Jahe dan serai merupakan dua
kombinasi yang cocok karena memiliki aroma yang khas. Salah satu upaya yang
dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan melakukan pengolahan
dalam bentuk minuman yaitu berupa serbuk..
Penelitian ini diawali dengan pembuatan sari buah mengkudu yang
diperam kurang lebih selama 10 hari dan dilanjutkan dengan pembuatan sari serai
dan jahe kemudian dilakukan spray drying agar diperoleh serbuk minuman instan.
Penelitian ini menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
satu faktor. Faktor yang digunakan yaitu sari jahe dan serai yaitu 0 mL, 5mL, dan
10 mL. Jahe dan serai yang digunakan diekstraksi menggunakan pelarut aquades.
Variasi perlakuan terdiri dari 20:10:10 (F1), 20:10:5 (F2), 20:10:0 (F3), 20:0:10
(F4), 20:5:10 (F5), 20:5:5 (F6). Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali ulangan
setiap perlakuan. Analisis data hasil penelitian uji fisik, kimia, dan organoleptik
disajikan dalam bentuk diagram batang yang dilengkapi dengan standar deviasi
pada setiap perlakuan. Untuk mengetahui ada dan tidaknya perbedaan antar
perlakuan yaitu dengan melihat rentang batas atas dan bawah sebesar 1 kali
standar deviasi dari masing-masing perlakuan. Apabila standar deviasi masuk
kedalam kondisi overlap atau inlier, maka dikatakan tidak berpengaruh secara
nyata antar perlakuan begitupun sebalikan apabila standar deviasi tidak overlap,
maka dapat dikatakan berpengaruh nyata antar perlakuan. Data diolah dengan
menggunakan Microsoft Excel 2010. Semua hasil data disajikan dalam diagram
batang dan kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan literatur
Description
februari 2026 Rudi H
