Dampak Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Ketahanan Air di DAS Bedadung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung mengalami perubahan tata guna lahan yang
terjadi secara masif, terutama alih fungsi hutan dan lahan resapan menjadi lahan pertanian
dan kawasan terbangun, berpotensi memengaruhi kondisi hidrologi DAS serta menurunkan
ketahanan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan tata guna
lahan terhadap ketahanan air di DAS Bedadung menggunakan metode pemodelan Soil and
Water Assessment Tool (SWAT) untuk mensimulasikan debit aliran sungai berdasarkan
skenario tata guna lahan tahun 2004, 2014, dan 2024. Kinerja model dievaluasi melalui
proses kalibrasi dan validasi menggunakan indikator statistik Nash–Sutcliffe Efficiency
(NSE) dan koefisien determinasi (R²) dan dipatkan hasil statistic cukup baik di atas 0,6-0,9
dan nilai R2
sangat sesuai pola dengan nilai diatas 0,7-0,9. Selanjutnya, hasil debit simulasi
digunakan dalam perhitungan Water scarcity index (WSI) didapatkan bahwa model SWAT
mampu merepresentasikan karakteristik hidrologi DAS Bedadung dengan baik. Serta
didapatkan bahwa angka WSI meningkat secara linear seiring bertambahnya waktu
Perubahan tata guna lahan, yang ditandai dengan meningkatnya lahan terbangun dan
menurunnya tutupan vegetasi menyebabkan peningkatan limpasan permukaan, penurunan
infiltrasi, serta berkurangnya kontribusi aliran dasar. Kondisi tersebut berdampak pada
meningkatnya nilai WSI dari waktu ke waktu, yang mengindikasikan meningkatnya
tekanan terhadap sumber daya air dan penurunan tingkat ketahanan air di DAS Bedadung.
Hasil analisis diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan dan
pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, khususnya dalam upaya pengendalian
perubahan tata guna lahan dan peningkatan ketahanan air di wilayah DAS Bedadung.
Description
Reuploud file repository 25mei 2026_Firli_Tata
:: Finalisasi Repositori File 25 Mei 2026_Kurnadi
