Implementasi Invisible Watermark sebagai Proteksi Hak Cipta pada Citra Digital Menggunakan Metode DWT dan SVD
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Pertukaran citra digital secara masif melalui internet menimbulkan risiko
besar terhadap hak cipta, baik melalui penggunaan tidak sah, distribusi illegal,
maupun pemanfaatan komersial tanpa izin. Teknik watermarking diusulkan sebagai
solusi untuk permasalahan ini. Watermarking memungkinkan penyisipan informasi
rahasia ke dalam citra digital tanpa mengorbankan kualitas visual. Watermarking
beroperasi dengan menyisipkan tanda unik pada citra digital, yang memungkinkan
kepemilikan citra dapat diverifikasi di masa mendatang melalui proses ekstraksi.
Metode Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Singular Value Decomposition
(SVD) dipilih berdasarkan efektivitasnya dalam menyisipkan watermark ke dalam
sebuah gambar. Kontribusi utama riset ini adalah pengembangan PyMark
Watermarking, sebuah platform watermarking berbasis web yang menggunakan
metode DWT-SVD. Platform ini terintegrasi dengan Google Drive melalui Google
Drive API untuk penyimpanan hasil watermarking dan dengan Instagram melalui
Meta Graph API untuk otomatisasi publikasi konten. Aplikasi ini dirancang untuk
melindungi hak cipta citra digital, dengan cara penyisipan watermark yang efektif
ke dalam sebuah gambar yang ingin dilindudungi tanpa mengorbankan kualitas
visual, serta memperkuat ketahanan terhadap manipulasi dan pembajakan.
Penelitian ini mengikuti tahapan sistematis yang mencakup desain sistem,
implementasi, dan pengujian. Desain sistem melibatkan algoritma penyisipan dan
ekstraksi berbasis DWT-SVD, pembangunan website menggunakan Flask dan
Nuxt.js, serta integrasi Google Drive API dan Meta Graph API. Implementasi
mencakup pembuatan komponen inti (pymark_watermarking, drive_api_service,
dan meta_graph_service), pengembangan REST API, dan antarmuka website.
Pengujian sistem dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh nilai alpha, tingkat
imperceptibility, tingkat robustness, ketahanan setelah pengunggahan citra, dan
ketahanan terhadap manipulasi oleh pihak ketiga. Hasil pengujian memberikan data empiris yang diperlukan untuk optimalisasi sistem, memastikan bahwa watermark
dapat disisipkan dengan mempertahankan kualitas visual citra host dan memiliki
ketahanan yang tinggi terhadap berbagai manipulasi.
Selama pengujian, digunakan parameter penelitian PSNR, SSIM, BER, dan
NCC sebagai alat ukur objektif untuk menguji kualitas watermarking. Hasil
pengujian pengaruh nilai alpha menunjukkan bahwa nilai alpha memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap imperceptibility dan robustness citra yang dihasilkan.
Nilai alpha yang lebih besar meningkatkan ketahanan terhadap serangan, meskipun
dengan penurunan kualitas imperceptibility. Begitupun sebaliknya, nilai alpha yang
lebih rendah meningkatkan kualitas imperceptibility, tetapi menurunkan kualitas
ketahanan citra terhadap manipulasi. Pada pengujian ini, nilai alpha 0,06 dianggap
paling optimal karena mampu menjaga kualitas visual citra host dengan baik. Pada
pengujian tingkat imperceptibility, hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata
PSNR 50.62 dB dan SSIM 0.988. Sementara itu, pada pengujian tingkat robustness,
nilai alpha yang sama digunakan untuk menguji ketahanan sistem terhadap berbagai
serangan seperti sharpening, salt and pepper noise, median filter, JPEG
compression, gaussian noise, scaling, cropping, dan blurring. Hasil pengujian
dengan menggunakan parameter NCC dan BER menunjukkan bahwa sistem mampu
mempertahankan watermark dengan baik terhadap sebagian besar jenis serangan,
meskipun di serangan salt and pepper noise menunjukkan hasil yang kurang
maksimal. Validasi terhadap pengunggahan citra ke Instagram dan Google Drive
serta terhadap manipulasi oleh pihak ketiga menunjukkan bahwa sistem mampu
mempertahankan dan mendeteksi watermark dengan baik, meskipun dengan
beberapa penurunan kualitas watermark hasil ekstraksi yang masih bisa ditoleransi.
Secara keseluruhan, pengujian ini membuktikan bahwa sistem watermarking yang
dikembangkan dapat diandalkan dalam memvalidasi kepemilikan citra digital.
Description
Reupload file repositori 05 Mar 2026_Maya
