Beyond the Oppression in Suzanne Collins' The Hunger Games: Genetic Structuralism
| dc.contributor.author | Dia Sekuntum Bunga | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-13T08:00:09Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-30 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_13 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Karya sastra sering dikaitkan dengan representasi keadaan masyarakat, maka dari itu karya sastra banyak dibentuk oleh kondisi dan masalah sosial yang terjadi pada saat karya sastra tersebut dibuat. Pencipta karya sastra dipandang sebagai bagian dari masyarakat dan karya sastra diyakini dipengaruhi dengan pandangan dan pengalaman dari pencipta karya sastra tersebut. The Hunger Games karya Suzanne Collins adalah salah satu dari sekian banyak novel yang menggambarkan opresi yang dilakukan oleh pemerintahan otoriter kepada rakyatnya. Skripsi ini menganalisis lebih lanjut persoalan di balik opresi yang dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas tertinggi dalam struktur masyarakat. Pada studi ini, peneliti berasumsi bahwa adanya kontrol berbasis kelas sebagai bentuk opresi yang diberlakukan oleh Capitol kepada warga distriknya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah peneliti ingin menganalisis bagaimana kontrol berbasis kelas terstruktur pada novel The Hunger Games, kemudian peneliti menginvestigasi bagaimana kontrol berbasis kelas membentuk struktur opresi pada dunia nyata, terakhir peneliti bertujuan untuk memahami pandangan dunia dari penulis novel The Hunger Games melalui representasi kontrol berbasis kelas yang dituliskan di dalam novel. Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik yang dirumuskan oleh Lucien Goldmann. Dengan menggunakan teori strukturalisme genetik pada novel The Hunger Games, penelitian ini menganalisis unsur intrinsik berupa teks dalam novel dan unsur ekstrinsik yang berupa kondisi sosial, konteks sejarah, dan latar belakang penulis. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menemukan kesamaan struktur dalam teks dan konteks sosial yang akan menghasilkan pandangan dunia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menemukan struktur intrinsik novel The Hunger Games yang akan disamakan dengan unsur ekstrinsik, yaitu kondisi sosial negara Amerika pasca serangan 11 September 2001. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya opresi dan kontrol berbasis kelas yang dilakukan oleh Capitol kepada rakyatnya. Sebagai otoritas tertinggi di negaranya, Capitol mengendalikan rakyatnya melalui kemiskinan, kelaparan, ketimpangan sosial, keresahan akibat pengawasan ketat terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, rasa takut pada hukuman berat, dan hilangnya kendali penuh atas tubuh mereka sendiri. Permasalahan yang sama juga dialami oleh masyarakat Amerika pasca serangan 11 September 2001 dimana masyarakat yang berada di bawah kendali pemerintah harus menanggung konsekuensi dari keputusan negara untuk melancarkan aksi War on Terror sebagai usaha untuk melindungi negara dari ancaman serangan teroris. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Irana Astutiningsih, S.S., M.A. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11157 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Opresi | |
| dc.subject | Kontrol | |
| dc.subject | Strukturalisme Genetik | |
| dc.subject | War on Terror | |
| dc.title | Beyond the Oppression in Suzanne Collins' The Hunger Games: Genetic Structuralism | |
| dc.type | Thesis |
