Analisis Akurasi Model Prediksi Financial Distress Altman, Springate, Grover, dan Taffler
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakuiltas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini di latar belakangi pentingnya deteksi dini terhadap potensi
kegagalan keuangan perusahaan, khususunya di sektor barang konsumen non
primer yang rentan terhadap kondisi ekonomi karena bersifat siklis. Selain itu,
sektor ini menghadapi tantangan akibat perubahan perilaku konsumen dan
persaingan global yang semakin ketat. Sektor ini juga menunjukkan adanya
potensi financial distress yang terlihat dari peningkatan kerugian dan mendominsi
potensi delisting dari Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hasil prediksi model Altman, Springate, Grover, dan Taffler serta
menentukan model paling akurat dalam memprediksi financial distress pada
perusahaan sektor barang konsumen non primer.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif
deskriptif dengan objek penelitian berupa sektor barang konsumen non primer
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2018-2023. Data penelitian ini
menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Rasio
keuangan yang relevan dihitung dan dimasukkan dalam fungsi diskriminan yang
terdapat pada setiap model. Berikutnya, penentuan model terakurat menggunakan
rumus tingkat akurasi yang didapat dengan membagi jumlah prediksi benar dan
jumlah sampel. Penelitian ini juga menentukan tingkat error masing-masing
model prediksi.
Temuan penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil prediksi dari
keempat model tersebut. Beberapa perusahaan diklasifikasikan dalam kondisi
distress oleh satu model, tidak selalu mendapatkan klasifikasi serupa oleh model
lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap model memiliki sensitivitas yang
berbeda dalam mendeteksi kesulitan keuangan. Pengukuran tingkat keakuratan
setiap model dilakukan dengan membandingkan hasil prediksi dan realitas. Realitas perusahaan yang mengalami distress yaitu memiliki laba negatif dua
tahun berturut-turut serta mendapatkan opini audit going concern dan termasuk
non distress apabila berada dalam kondisi sebaliknya. Perbedaan hasil prediksi
tersebut, membuat tingkat akurasi model bervariasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah setiap model prediksi memiliki tingkat
akurasi dan error yang berbeda. Sementara itu, model Grover menjadi model
paling akurat untuk memprediksi financial distress pada sektor barang konsumen
non primer. Tingkat akurasi model Grover mencapai 80,6% dengan type I error
3,9% dan type II error 15,5%. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi variabel
keuangan seperti Working Capital to Total Assets, EBIT to Total Assets, serta
Return of Assets dapat memberikan gambaran kuat dalam mengukur risiko
financial distress pada sektor barang konsumen non primer.
Description
Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudi H/Ardi
