Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal di Desa Grenden untuk Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pembelajaran
yang melibatkan pemahaman siswa mengenai fenomena alam melalui konsepkonsep
ilmiah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek
penting dalam pembelajaran IPA adalah pengembangan kemampuan problem
solving. Kemampuan problem solving melibatkan kemampuan untuk memahami
masalah, menyusun rencana, memecahkan masalah, dan memeriksa kembali.
Kemampuan problem solving dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa
baik secara berpikir maupun terampil dalam mengatasi berbagai permasalahan
khususnya permasalahan nyata di sekitar siswa. Namun, faktanya kemampuan
problem solving dalam pembelajaran IPA masih tergolong rendah. Salah satu
penyebab rendahnya kemampuan problem solving adalah penggunaan bahan ajar
yang monoton. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menciptakan bahan ajar
yang dapat merangsang siswa untuk meningkatkan kemampuan problem solving.
Adanya modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal dapat membantu siswa
dalam meningkatkan kemampuan problem solving. Oleh sebab itu, pengembangan
modul pembelajaran berbasis kearifan lokal di Desa Grenden dilakukan.
Penggunaan modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Desa
Grenden dapat membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif karena modul
berisi gambar, bacaan, serta aktivitas yang relevan dengan lingkungan sekitar
siswa. Keunggulan dari modul berbasis kearifan lokal terletak pada adanya
relevansi antara materi yang diajarkan dengan lingkungan dan kehidupan seharihari
siswa yang dapat dipelajari secara mandiri, sehingga pembelajaran menjadi
lebih kontekstual, bermakna, dan mudah dipahami. Penelitian pengembangan ini
bertujuan mengkaji beberapa hal, meliputi validitas, kepraktisan, serta keefektifan dari modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Desa Grenden untuk
meningkatkan kemampuan problem solving siswa SMP.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development
(R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE oleh Branch 2009. Model
pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan yang meliputi Analisis (Analyze),
Desain (Design), Pengembangan (Develop), Implementasi (Implement), dan
Evaluasi (Evaluate). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Puger dengan subyek
penelitian adalah 32 siswa kelas VII A. Instrumen pengumpulan data diperoleh
melalui lembar validasi, lembar keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan
problem solving, dan lembar angket respon siswa. Uji validasi dilakukan oleh satu
dosen dari program studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember dan dua guru
IPA SMP Negeri 1 Puger. Uji kepraktisan modul dilakukan oleh satu guru IPA
SMP Negeri 1 Puger dan dua mahasiswa dari Universitas Jember. Uji keefektifan
diketahui melalui tes kemampuan problem solving serta angket respon siswa yang
diisi oleh siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Puger.
Validitas modul yang dikembangkan berdasarkan perhitungan rata-rata
diperoleh nilai persentase sebesar 92% dengan kriteria sangat valid. Kepraktisan
modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Desa Grenden berdasarkan
lembar keterlaksanaan menggunakan modul diperoleh nilai persentase sebesar
92% dengan kriteria sangat praktis. Keefektifan modul pembelajaran IPA berbasis
kearifan lokal di Desa Grenden berdasarkan rata-rata nilai pretest dan posttest
menggunakan indikator kemampuan problem solving menunjukkan peningkatan
dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,60 yang termasuk dalam kriteria sedang.
Keefektifan modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Desa Grenden
diperoleh pula dari angket respon siswa dengan nilai persentase sebesar 84%
dengan kriteria baik. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil yang
diperoleh adalah modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Desa
Grenden termasuk layak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sebagai bahan
ajar untuk meningkatkan kemampuan problem solving siswa SMP.
