Penyerangan Amerika Serikat ke Yaman Tahun 2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Sikap Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengalami perubahan dalam menyikapi aksi pemberontakan kelompok Houthi di Timur Tengah dan Laut Merah. Sejak awal menjabat tahun 2021, Presiden Biden bersikap lunak serta memilih pendekatan de-eskalasi konflik melalui negosiasi damai dengan kelompok Houthi. Presiden Biden mengakhiri keterlibatan Amerika Serikat dalam koalisi militer Arab Saudi dan mencabut kelompok Houthi dari daftar teroris global. Walaupun Presiden Biden telah bersikap lunak, kelompok Houthi masih terus bahkan semakin gencar melakukan pemberontakan di Timur Tengah. Terakhir, kelompok Houthi menyerang ratusan kapal niaga di Laut Merah sejak 19 November 2023. Serangan kelompok Houthi atas Laut Merah telah menyebabkan terganggunya stabilitas keamanan Timur Tengah dan mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat di kawasan tersebut. Sebagai negara besar dan berkepentingan di Timur Tengah, Amerika Serikat bertekad menjaga stabilitas Timur Tengah dengan berupaya menghentikan serangan kelompok Houthi di Laut Merah. Oleh sebab itu, Presiden Biden mengambil sikap berbeda mulai dari penetapan kebijakan Operasi Penjaga Kemakmuran di sekitar Laut Merah sejak Desember 2023 hingga akhirnya keputusan penyerangan langsung terhadap kelompok Houthi pada tanggal 11 Januari 2024. Skripsi ini meneliti alasan di balik keputusan Amerika Serikat menyerang kelompok Houthi pada tahun 2024. Guna menemukan alasan tersebut, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dari sumber sekunder. Setelah mengumpulkan data sekunder, penulis menguji keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi sumber. Selain itu, penulis juga menggunakan Teori Pengambilan Keputusan Luar Negeri (Foreign Policy Decision Making Theory) William David Coplin sebagai landasan berpikir. Hingga akhirnya, penulis menganalisis, menginterpretasi, serta mendeskripsikan seluruh data tentang fenomena ini secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa alasan pemerintah Amerika Serikat menyerang langsung kelompok Houthi pada tahun 2024 dilatarbelakangi oleh adanya empat faktor. Faktor pertama ialah terganggunya kepentingan nasional Amerika Serikat di Timur Tengah akibat serangan kelompok Houthi atas Laut Merah. Faktor kedua ialah peningkatan kapabilitas militer kelompok Houthi dengan dukungan masif Iran yang mengancam keamanan Amerika Serikat dan Israel. Faktor ketiga, yaitu desakan birokrat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat untuk segera membalas serangan kelompok Houthi. Sedangkan faktor keempat ialah pengaruh aliran dana besar dan signifikan sebagai strategi lobi politik dari kelompok kepentingan pendukung Israel bernama American-Israel Public Affairs Committee (AIPAC).
Description
Reupload file repository 2 April 2026_Yudi
