Pengembangan Modul Berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk Meningkatkan Ekoliterasi Siswa SMP pada Materi Struktur Tanaman
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pengetahuan mengenai cara menjaga lingkungan harus diketahui oleh siswa
bagaimana cara menerapkan berdasarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan
dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan siswa untuk memahami lingkungan
dapat tercermin dalam kepekaan siswa terhadap lingkungannya, seperti menyadari
bahwa membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan banjir, dan
membuang sampah secara tidak sengaja dapat merugikan lingkungan sekitar (Tyas
et al., 2021). Upaya untuk meningkatkan ekoliterasi siswa paling efektif dan efisien
yakni dengan menggunakan modul IPA berbasis culturally research teaching.
Integrasi
culturally research teaching dalam pembelajaran IPA yang
dikembangkan pada penelitian ini melalui integrasi fenomena alam serta tradisi
yang berada di sekitar lingkungan peserta didik yang dihubungkan dengan teori
sains yang diperoleh dari pengalaman belajar dari peserta didik tersebut. Culturally
Responsive Teaching mengakui dan menanamkan budaya pada siswa ke dalam
kurikulum sekolah dan membuat hubungan yang bermakna dengan budaya
masyarakat. Materi IPA SMP/MTS yang memiliki kaitan dengan ekoliterasi siswa
adalah struktur tanaman karena hal ini disebabkan siswa belum sepenuhnya
menguasai konsep materi dan berhubungan langsung dengan tanaman dan budaya
di lingkungan sekitar. Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan “Pengembangan
Modul Berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk Meningkatkan
Ekoliterasi Siswa SMP pada Materi Struktur Tanaman”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan
efektivitas pengembangan modul berbasis culturally responsive teaching sebagai
bahan pembelajaran IPA untuk meningkatkan ekoliterasi siswa SMP. Jenis dalam
penelitian ini merupakan pengembangan model 4-D (Four D) yang memiliki
tahapan
Define
(Pendefinisian),
Design
(Perancangan),
Developmen
(Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Teknik analisis data yang
digunakakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data validitas melalui
lembar validitas guna menentukan kevalidan bahan ajar tersebut, sedangkan teknik
analisis data kepraktisannya menggunakan lembar observasi keterlaksaan serta
lembar respon peserta didik untuk mengetahui kepraktisan produk yang digunakan
dalam proses pembelajaran, metode analisis data keefektifan menggunakan tes
berupa pre-test dan post-test untuk mengetahui keefektifan produk dalam
meningkatkan ekoliterasi siswa dengan diukur menggunakan nilai N-Gain.
Hasil dari kevalidan modul IPA berbasis culturally responsive teaching
ditinjau dari penilaian validasi dengan rata-rata 94% dengan artian kesesuaian
produk yang dihasilkan sesuai dengan kriteria dalam modul berbasis culturally
responsive teaching dinyatakan valid. Hasil kepraktisan modul IPA berbasis
culturally responsive teaching melalui keterlaksanaan pembelajaran di SMPN 1
Ajung, SMPN 1 Jember, SMPN 2 Jember, SMPN 1 Jenggawah, dan SMPN 1 Jelbuk memperoleh rata-rata sebesar 94,87% dengan kriteria “sangat baik”
digunakan sebagai bahan pembelajaran IPA guna meningkatkan ekoliterasi siswa.
Hasil dari keefektifan modul IPA berbasis culturally responsive teaching diperoleh
rata-rata N-Gain di SMPN 1 Ajung sebesar 0,85, SMPN 1 Jember sebesar 0,85,
SMPN 2 Jember sebesar 0,88, SMPN 1 jenggawah sebesar 0,82, dan SMPN 1
Jelbuk sebesar 0,84 dengan kriteria nilai tinggi sehingga ekoliterasi siswa
meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti peroleh, maka dapat
disimpulkan bahwa pengembangan modul berbasis culturally responsive teaching
untuk meningkatkan ekoliterasi siswa SMP pada materi struktur tanaman
menunjukkan hasil kevalidan, kepraktisan dan keefektifan, oleh karena itu modul
yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses
pembelajaran IPA dikelas guna meningkatkan ekoliterasi siswa SMP.
Description
Reupload file repositori 12 februari 2026_PKL Fani/Firli
