Performa Getaran Pelat Sandwich Pada Geladak Kapal Tongkang Akibat Debonding Menggunakan Metode Elemen Hingga (Meh)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pesatnya perkembangan industri galangan kapal mendorong penggunaan pelat *sandwich* pada dek tongkang karena rasio kekakuan terhadap berat yang tinggi serta efisiensi strukturalnya. Namun, pelat *sandwich* rentan terhadap kerusakan berupa lepasnya ikatan antarlapisan (*debonding*), yang dapat mengurangi kekakuan struktural dan memengaruhi karakteristik getaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh *debonding* terhadap frekuensi alami, bentuk moda (*mode shape*), dan potensi resonansi akibat eksitasi gelombang. Penelitian ini dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM) dengan analisis modal melalui perangkat lunak ANSYS. Model pelat *sandwich* dek tongkang dianalisis dalam kondisi utuh serta dengan variasi tingkat *debonding* sebesar 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% yang terletak di area tengah bentang. Prosedur penelitian mencakup pemodelan geometris, penetapan kondisi batas, pembuatan *mesh* (meshing), analisis frekuensi alami, dan evaluasi resonansi berdasarkan frekuensi eksitasi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa *debonding* menyebabkan penurunan frekuensi alami dan perubahan bentuk moda dari deformasi global menjadi deformasi lokal pada area yang mengalami *debonding*. Semakin besar persentase *debonding*, semakin besar pula penurunan frekuensi alami akibat hilangnya kekakuan struktural. Meskipun terjadi penurunan frekuensi alami, seluruh nilai tetap berada di luar rentang ±20% dari frekuensi eksitasi gelombang, yang mengindikasikan bahwa resonansi tidak terjadi. Dengan demikian, struktur dek tongkang dinilai aman dari resonansi, dan analisis modal dapat digunakan secara efektif sebagai metode deteksi dini kerusakan untuk mengidentifikasi *debonding* pada pelat *sandwich*.
Description
Finalisasi Agustus 2026 Rudi H
