Analisis Penguasaan Konsep Fluida Statis Siswa SMA Melalui Pemodelan Animasi Stop-Motion

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pembelajaran fisika sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan penguasaan konsep siswa yang mendalam, bukan sekedar hafalan. Namun, pembelajaran fisika saat ini seringkali kurang efektif karena berpusat pada guru dan minimnya visualisasi yang menyebabkan siswa kurang fokus dan sulit memahami konsep abstrak terutama pada materi seperti fluida statis sehingga mengakibatkan rendahnya penguasaan konsep karena kurang menarik. Oleh karena itu, pemanfaatan pemodelan sains dan animasi stop-motion mampu membantu siswa merepresentasikan ide, sementara animasi stop-motion efektif untuk memvisualisasikan konsep abstrak dan dinamis. Teknik ini memerlukan ketelitian dan waktu dalam memecah fenomena rumit menjadi bagian yang mudah dipahami, menjadikannya alat yang menjanjikan untuk meningkatkan pemahaman fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep siswa sebelum dan sesudah membuat animasi serta mengetahui konsep yang dipahami siswa ketika membuat animasi. Penelitian ini dilakukan di SMAN Mumbulsari pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 yang bertepatan pada bulan Februari. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan exploratory case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan sampel sebanyak 15 siswa yang direkomendasikan oleh guru berdasarkan penguasaan konsep siswa yang masih kurang. Penelitian ini memperoleh data dari hasil tes tulis dan wawancara animasi yang terdiri dari empat tahapan. Selanjutnya, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengenai penguasaan konsep siswa sebelum dan sesudah membuat animasi mengalami perubahan pada indikator dan kriteria yang dicapai oleh siswa. Sebelum membuat animasi, indikator menentukan dengan kriteria kurang baik mendominasi pada tes awal yang dicapai oleh siswa. Namun setelah siswa membuat animasi, indikator menentukan dan mengaitkan mendominasi dengan kriteria baik. Selain itu, indikator menerapkan dan mengkonsepkan dengan kriteria baik juga mampu dicapai oleh siswa pada tes penguasaan konsep akhir. Hasil penelitian mengenai konsep yang dipahami siswa ketika membuat animasi didapatkan bahwa, siswa mampu memahami konsep yang muncul diantaranya gaya berat (W), gaya apung (F), hubungan volume dengan kedalaman kapal selam (Vd), hubungan volume dengan tekanan hidrostatis (VPh), dan hubungan gaya berat dengan tekanan hidrostatis (WPh). Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang sudah di uraikan, maka dapat disimpulkan bahwa sesudah membuat animasi penguasaan konsep siswa mengalami perubahan yang positif meliputi konsep gaya berat, konsep gaya apung, konsep hubungan volume dengan kedalaman kapal selam, konsep hubungan volume dengan tekanan hidrostatis, dan konsep hubungan gaya berat dengan tekanan hidrostatis.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By