Lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
| dc.contributor.author | Alexandrino Maubere | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-23T07:50:24Z | |
| dc.date.issued | 2002-05-30 | |
| dc.description | :: Finalisasi file repositori 23 Oktober 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah politik Indonesia pada akhir abad XX. Permasalahan Timor Timur memiliki latar belakang sejarah yang kompleks, mulai dari berakhirnya pemerintahan kolonial Portugis, konflik politik antarkelompok pada tahun 1975, hingga integrasi wilayah tersebut ke Indonesia pada tahun 1976. Dalam perkembangannya, persoalan status Timor Timur menjadi perhatian internasional dan memengaruhi hubungan Indonesia dengan berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang melatarbelakangi lepasnya Timor Timur dari Indonesia, proses politik yang mengarah pada penentuan status wilayah tersebut, serta dampaknya terhadap Indonesia dan masyarakat Timor Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui kajian pustaka terhadap buku sejarah, dokumen resmi, laporan internasional, dan sumber ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan memperhatikan perkembangan politik dalam negeri, dinamika masyarakat Timor Timur, serta peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses penentuan pendapat. Hasil kajian menunjukkan bahwa lepasnya Timor Timur dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perubahan politik Indonesia setelah berakhirnya pemerintahan Presiden Soeharto pada 1998, tuntutan penentuan nasib sendiri dari sebagian masyarakat Timor Timur, tekanan internasional, dan perubahan kebijakan pemerintah Indonesia. Pada 30 Agustus 1999, dilaksanakan jajak pendapat yang diselenggarakan oleh PBB melalui UNAMET. Mayoritas pemilih menolak usulan otonomi khusus dalam Indonesia. Selanjutnya, Timor Timur berada di bawah administrasi transisi PBB sebelum memperoleh kemerdekaan pada 20 Mei 2002 sebagai Timor-Leste. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya faktor sejarah, politik, dan diplomasi internasional dalam menentukan perubahan status suatu wilayah. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15758 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Timor Timur | |
| dc.subject | Indonesia | |
| dc.subject | jajak pendapat 1999 | |
| dc.subject | PBB | |
| dc.subject | kemerdekaan Timor-Leste | |
| dc.title | Lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia | |
| dc.type | Other |
