Hubungan Antara Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Keaktifan Peserta Pelatihan di UPT Balai Diklat KKB Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya keaktifan peserta pelatihan di UPT Balai Diklat KKB Jember. Beberapa diantaranya masih terdapat peserta yang kurang berinteraksi dengan instruktur, kurangnya respon peserta saat pembelajaran dan peserta cenderung tidak memperhatikan saat bahan ajar dipaparkan. Sehingga untuk mencegah hal tersebut diperlukannya model pembelajaran yang sesuai, salah satunya yakni model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adakah hubungan antara model pembelajaran kooperatif dengan keaktifan peserta. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan sumber informasi khususnya untuk Pendidikan Luar Sekolah. Metode penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penentuan tempat menerapkan teknik purposive area. Jumlah sampel yang digunakan dalam uji validitas sebanyak 41 responden dari peserta pelatihan di DP3AKB Jember. Pelaksanaan penelitian ini memiliki populasi sebanyak 480 orang dan telah diambil sampel sebanyak 41 responden yang berasal dari peserta pelatihan di UPT Balai Diklat KKB Jember. Teknik penentuan responden menggunakan simple random sampling. Teknik uji reabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach’s dengan perangkat lunak SPSS v25. Berdasarkan hasil penelitian di UPT Balai Diklat KKB Jember dengan menggunakan metode analisis data product moment pada variabel model pembelajaran kooperatif (X) dengan keaktifan peserta (Y) diperoleh hasil sebanyak 0,825 yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Hal ini ditandai dalam sebuah pelaksanaan program pelatihan memerlukan model yang sesuai dengan karakteristik peserta pelatihan salah satunya model pembelajaran kooperatif tipe Time Games Tournament. Terdapat 6 indikator sebagai bahan penguat data diantaranya yakni menetapkan target dan mendorong minat siswa (X1.1) dengan keaktifan peserta (Y) diperoleh hasil sebanyak 0,737 yang termasuk dalam kategori kuat. Dibuktikan dengan peserta pelatihan PPKS yang memiliki motivasi diri dan tujuan agar dapat merubah sikap dalam belajar. Kedua yakni menyampaikan informasi (X1.2) dengan keaktifan peserta (Y) diperoleh hasil sebanyak 0,790 yang termasuk dalam kategori kuat. Dibuktikan ketika informasi yang disajikan untuk peserta pelatihan PPKS jelas dan efektif, peserta pelatihan dapat memungkinkan terlibat dalam kegiatan pembelajaran seperti diskusi kelompok, presentasi dan aktivitas praktis lainnya. Ketiga yakni membentuk siswa dalam kelompok belajar (X1.3) dengan keaktifan peserta (Y) diperoleh hasil sebanyak 0,826 yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Dibuktikan dengan pengorganisasian kelompok belajar untuk peserta pelatihan PPKS yang memprioritaskan kebutuhan dan motivasi individual peserta akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Keempat yakni mengarahkan kelompok belajar (X1.4) dengan keaktifan peserta (Y) diperoleh hasil sebanyak 0,652 yang berarti masuk dalam kategori kuat. Dibuktikan dengan instruktur yang terampil dalam menyesuaikan teknik pendekatan andragogi dalam belajar untuk memaksimalkan keaktifan peserta. Kelima yakni evaluasi (X1.5) dengan kekatifan peserta (Y) diperoleh nilai sebanyak 0,802 yang termasuk dalam kategori kuat. Dibuktikan dengan evaluasi yang diterapkan di pelatihan PPKS untuk menilai pengajar dan evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta pelatihan. Keenam yakni memberi apresiasi (X1.6) dengan keaktifan peserta (Y) diperoleh nilai sebanyak 0,859 masuk dalam kategori sangat kuat. Dibuktikan dengan adanya peserta yang berani mengungkapkan pendapat, mendapatkan nilai terbaik akan diberikan penghargaan berupa pujian atau penghargaan dalam bentuk lain, hal itu dapat meningkatkan keterlibatan peserta selama pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara model pembelajaran kooperatif dengan keaktifan peserta pelatihan di UPT Balai Diklat KKB Jember. Hasil ini didukung oleh nilai r-hitung senilai 0,825 lebih besar dari r-tabel senilai 0,308 yang menunjukkan bahwa Ha dapat diterima, sementara H0 ditolak, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif dengan keaktifan peserta pelatihan di UPT Balai Diklat KKB Jember

Description

Reupload Repositori File 19 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By