Identifikasi Pola Respon Sensor Terhadap Aroma Kopi Robusta dari Empat Lokasi Perkebunan Kopi Di Kabupaten Bondowoso Menggunakan Sensor Gas Array
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam
Abstract
Kopi merupakan salah satu komoditas yang cukup populer di dunia.
Bondowoso merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta di Jawa Timur.
Kopi merupakan tanaman yang memiki aroma yang khas. Aroma kopi
dipengaruhi oleh senyawa volatil seperti aldehid, alkohol, dan keton.
Pembentukan senyawa volatil terjadi ketika proses penyangraian green bean
coffee, karena pada proses penyangraian senyawa volatil akan menguap pada suhu
tertentu yang menghasilkan aroma khas kopi. Kopi memiliki aroma yang berbeda
dari setiap daerah. Aroma ini dapat digunakan untuk menentukan daerah asal kopi.
Aroma kopi dapat dibedakan dengan mengembangkan suatu electronic
nose array sensor yang terdiri dari beberapa sensor semikonduktor. Sensor yang
disusun terdiri dari delapan sensor gas, yaitu MQ-136, MQ-135, MQ-3, MQ-6,
MQ-7, MQ-8, MQ-9, dan MQ-2. Kedelapan sensor kemudian disusun dan
dihubungkan dengan ArduinoMEGA 2560 untuk mendeteksi aroma kopi robusta
yang berasal dari empat daerah di Kabupaten Bondowoso, yaitu Kecamatan
Maesa, Sumber Wringin, Taman Krocok, dan Tlogosari. Senyawa volatil yang
dihasilkan dari penyeduhan kopi ditarik menggunakan pompa vakum melawati
delapan sensor pada wadah akrilik. Sensor akan mendeteksi aroma kopi, dimana
akan terjadi kenaikan konduktivitas akibat adanya transfer elektron. Konduktivitas
yang naik menyebabkan hambatan pada sensor mengalami penurunan. Data yang
dihasilkan sensor berupa sinyal analog kemudian akan diterjemahkan oleh
ArduinoMEGA 2560 sehingga dapat dibaca oleh PC yang terinstall aplikasi
LabVIEW. Data yang diambil pada LabVIEW diatur sebanyak 450 data, dimana
150 data merupakan baseline dan 300 data lainnya merupakan data tegangan kopi.
pola respon aroma kopi dihasilkan dari selisih antara baseline dengan kenaikan tegangan uap kopi.
Data yang dihasilkan kemudian diolah hingga menunjukkan pola respon
yang mencirikan kopi dari tiap daerah. Terdapat tiga pola respon yang dihasilkan
dari empat jenis kopi yang digunakan, dimana terdapat dua pola respon yang sama
yaitu pada pola respon kopi Sumber Wringin dan Taman Krocok. Kesamaan pola
respon ini dibuktikan dengan hasil ANOVA yang menunjukkan Fhitung > Ftabel dan
nilai Pvalue > alpha. Kinerja sensor array menghasilkan repeatability yang cukup
baik yang ditunjukkan oleh nilai RSD kurang dari 8%.
Description
reupload file repository 16 april 2026 izza/toufik
