Perubahan Kemampuan Siswa Tunagrahita Pasca Mengikuti Praktik Facial pada Program Vokasi Salon dalam Perspektif Pendamping di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Program vokasi merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan bagi siswa
tunagrahita yang bertujuan mengembangkan keterampilan praktis sekaligus
mendukung peningkatan keberfungsian sosial. Salah satu program yang diterapkan
di SLBN Branjangan Jember adalah praktik facial pada vokasi salon. Selain
membekali keterampilan kerja, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa
untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengikuti aturan, dan meningkatkan
rasa percaya diri melalui aktivitas praktik yang dilakukan secara berulang dan
terstruktur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan kemampuan siswa
tunagrahita pasca mengikuti praktik facial pada program vokasi salon berdasarkan
perspektif pendamping di SLBN Branjangan Jember. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan ditentukan
menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas tiga informan pokok, yaitu
kepala sekolah, kepala jurusan tunagrahita, dan guru pendamping, serta tiga
informan tambahan, yaitu siswa tunagrahita yang mengikuti program vokasi salon.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik facial dilaksanakan melalui
pembelajaran yang konkret, bertahap, dan berulang sesuai karakteristik siswa
tunagrahita. Berdasarkan perspektif pendamping, program ini memberikan
perubahan positif pada kemampuan siswa, yang ditunjukkan melalui peningkatan
keberanian berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, kepatuhan terhadap aturan,
tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta meningkatnya rasa percaya diri
dan kemandirian dalam kegiatan praktik. Keberhasilan program didukung oleh
pendampingan guru yang konsisten, lingkungan sekolah yang mendukung, serta
pembiasaan praktik secara berkelanjutan.
Vocational education is a form of educational service for students with
intellectual disabilities that aims to develop practical skills while enhancing their
social functioning. One of the vocational programs implemented at SLBN
Branjangan Jember is facial treatment practice within the salon vocational
program. In addition to equipping students with vocational skills, this activity
provides opportunities to develop communication, cooperation, rule compliance,
and self-confidence through structured and repetitive practical learning. This study
aims to describe changes in the abilities of students with intellectual disabilities
after participating in facial treatment practice from the perspective of their
companions at SLBN Branjangan Jember. This study employed a descriptive
qualitative approach. Informants were selected using purposive sampling and
consisted of three key informants, namely the school principal, the head of the
intellectual disability department, and a companion teacher, as well as three
additional informants who were students with intellectual disabilities participating
in the salon vocational program. Data were collected through observation,
interviews, and documentation, and were analyzed using data condensation, data
display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source
triangulation and technique triangulation. The findings indicate that facial
treatment practice was implemented through concrete, gradual, and repetitive
learning activities tailored to the characteristics of students with intellectual
disabilities. From the companions' perspective, the program contributed to positive
changes in students' abilities, including improved communication, cooperation,
compliance with rules, responsibility in completing assigned tasks, increased self
confidence, and greater independence during practical activities. The success of
the program was supported by consistent teacher guidance, a supportive school
environment, and continuous practical habituation.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri
