Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Tahun 2012-2022

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Skripsi ini mengkaji berkaitan dengan Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Tahun 2012-2022. Apa yang melatarbelakangi revitalisasi, bagaimana proses revitalisasi tersebut serta dampak dari adanya revitalisasi di Kawasan Kota Lama Semarang, yang menjadi pokok rumusan masalah dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah yakni heuristik yang berdasarkan sumber primer berupa, Koran Belanda, SK/regulasi, laporan progres revitalisasi, dilanjutkan dengan kritik, interpretasi dan terakhir adalah historiografi. Dalam menganalisis rumusan masalah pada skripsi ini digunakan pendekatan Antropologi Budaya dan menggunakan Teori Struktur Fungsionalisme dari Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat program revitalisasi salah satu kawasan Kota Pusaka yang berada di Kota Semarang. Topik yang dibahas mengenai pelestarian cagar budaya berupa program revitalisasi Kota Pusaka, memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali kawasan yang telah mati. Revitalisasi yang dilakukan tidak hanya melestarikan bangunan era kolonial melainkan menghidupkan aspek ekonomi, sosial dan budaya di Kawasan Kota Lama Semarang di rentang tahun 2012-2022. Program revitalisasi Kota Pusaka merupakan salah satu inisiasi dari Kementerian PUPR yang didukung adanya Piagam Pusaka tahun 2003. Tujuan dari program ini adalah untuk melestarikan cagar budaya yang ada di kota/kabupaten di seluruh Indonesia yang mempunyai Kota Pusaka. Kawasan Kota Lama Semarang adalah sebuah benteng berkonfigurasi segi lima yang dikenal dengan sebutan Vijfhoek. Benteng ini dibangun antara tahun 1677 hingga 1741. Benteng ini memiliki lima sudut (bastion), yang masing-masing dinamakan Raamsdonk, Bunschoten, Zeeland, Amsterdam, dan Utrecht. Kawasan Kota Lama Semarang merupakan pusat pemerintahan, ekonomi (perdagangan), dan tempat tinggal bagi orang Eropa pada pertengahan abad 1705 hingga awal 1900-an. Adanya program revitalisasi awalnya adalah ambisi pemerintah kota Semarang untuk mendaftarkan kawasan pusaka ini menuju UNESCO tetapi di satu sisi, berdampak positif dalam terwujudnya peningkatan dalam berbagai aspek kehidupan di sekitar Kawasan Kota Lama Semarang baik dari segi kelestarian bangunan, ekonomi, sosial, serta budayanya.

Description

Dosen Pembimbing Dr. Latifatul Izzah, M.Hum Dosen Pembimbing Suharto, SS.,MA.

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By