Gambaran Tindakan Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri di SMPN 1 Pasirian Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, kelelahan, serta meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan di masa depan. Pencegahan anemia pada masa remaja menjadi sangat penting, terutama melalui perbaikan pola makan bergizi seimbang, pemenuhan kebutuhan cairan, serta pembiasaan aktivitas fisik secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tindakan pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Pasirian, Lumajang. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX, dengan jumlah responden sebanyak 193 orang yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 14 tahun (50,3%), sudah menstruasi (96,9%), dan memiliki status gizi normal (74,1%). Kebiasaan sarapan teratur dilaporkan oleh 52,3% responden dan konsumsi sayuran hijau oleh 61,7%. Namun, sebagian besar responden jarang mengonsumsi pangan hewani kaya zat besi (53,9%), buah kaya vitamin C (75,1%), vitamin B12 (59,1%), asam folat (74,1%), dan betakaroten (76,7%). Sebagian besar responden sudah memenuhi kebutuhan air putih minimal 8 gelas per hari (81,3%), tetapi masih jarang mengonsumsi sari buah (82,4%). Aktivitas fisik juga cenderung rendah, dengan 74,6% responden jarang melakukan olahraga minimal 15 menit setiap hari. Secara keseluruhan, tindakan pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Pasirian berada pada kategori cukup (64,8%), sementara 24,4% tergolong kurang dan hanya 10,9% yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan anemia pada remaja putri masih perlu mendapatkan perhatian, terutama karena sebagian besar responden belum memiliki kebiasaan makan yang sepenuhnya sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Faktor pengetahuan, persepsi manfaat, dan dukungan lingkungan menjadi aspek penting yang memengaruhi perilaku pencegahan tersebut. Meskipun sebagian remaja telah memahami pentingnya sarapan, konsumsi sayuran, dan hidrasi yang cukup, masih banyak yang belum rutin mengonsumsi sumber zat besi, vitamin C, maupun TTD. Hambatan seperti kurangnya variasi makanan sehat di sekolah dan minimnya edukasi tentang waktu konsumsi TTD yang tepat juga turut memengaruhi rendahnya efektivitas pencegahan. Selain itu, peran tenaga kesehatan, khususnya perawat, sangat penting dalam memberikan edukasi dan motivasi berkelanjutan kepada remaja agar mampu membangun kebiasaan sehat sejak dini. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan pencegahan anemia pada remaja putri sebagian besar berada pada kategori cukup, sehingga masih diperlukan upaya peningkatan, terutama dalam aspek pola makan, konsumsi buah sumber vitamin C, serta aktivitas fisik. Kolaborasi antara remaja putri, pihak sekolah, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta perilaku pencegahan anemia sehingga tercapai status kesehatan remaja yang lebih optimal.

Description

Reupload Repositori File 09 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By