Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Terkait Anemia dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswi Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Salah satu kelompok usia yang rentan terkena anemia terutama anemia adalah
remaja putri. Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia mengalami peningkatan
yang signifikan dari hasil Riskesdas RI 2013 dengan angka 18,4% menjadi 32% pada
Riskesdas RI 2018, dengan proporsi usia tertinggi yaitu pada usia remaja 15-24
tahun. Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dalam berbagai hal, baik fisik,
mental, sosial maupun emosional. Masa remaja yang dapat menyebabkan banyak
perubahan termasuk ragam perilaku gaya hidup dan konsumsi remaja. Perilaku
seseorang terutama perilaku pencegahan anemia berhubungan dengan kejadian
anemia. Dalam mewujudkan perilaku pencegahan dan penangaan anemia yang baik
diperlukan sikap yang positif dan pengetahuan yang baik. Mahasiswi termasuk usia
remaja akhir yang rentan mengalami anemia. Berdasarkan penelitian sebelumnya
yang dilakukan di Universitas Jember ditemukan bahwa banyak mahasiswi
mengalami gejala anemia. Selain itu, berdasarkan studi pendahuluan didapatkan
bahwa dari 167 mahasiswi ditemukan 40 mahasiswi yang pernah mengukur kadar
hemoglobin dan diantaranya diketahui mengalami anemia. Oleh karena itu, peneliti
memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku
terkait anemia dengan kejadian anemia pada mahasiswi Universitas Jember.
Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Jember Kampius Tegalboto dengan
menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi
penelitian ini yakni seluruh mahasiswi Universitas Jember yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Penentuan sampel menggunakan teknik consecutive sampling
dengan pendekatan multistage sampling. Adapun data yang digunakan dalam
penelitian ini yakni data primer melalui hasil kuesioner pengetahuan, sikap serta
perilaku terkait anemia, pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) dan
pengukuran kadar hemoglobin, sedangkan data sekunder meliputi data jumlah mahasiswa aktif,
literatur jurnal dan website untuk bukti pendukung, Kemenkes RI
dan Riskesdas RI untuk melihat data prevalensi. Instrumen penelitian diuji validitas
dan realiabilitas yang dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Farmasi.
Teknik pengolahan data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan
bivariat dengan uji Chi-Square.
Description
Entry oleh Arif 2026 Maret 16
