Pengaruh Jenis Bahan Atap terhadap Intensitas Medan Elektromagnetik ELF oleh SUTET 500 KV
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Terkadang pembangunan jaringan transmisi udara terpaksa harus melewati
daerah pemukiman penduduk karena berbagai alasan seperti ruang untuk
pembangunan infrastruktur SUTET semakin terbatas seiring dengan pertambahan
kepadatan penduduk dan jalur terdekat antara sumber energi ( pembangkit listrik)
dan pusat beban (kota besar) jaraknya lebih pendek saat melewati area
pemukiman penduduk. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, Desa Kersikan
Kec. Gondang Wetan Pasuruan dilewati oleh saluran transmisi SUTET 500 KV
yang jaraknya sangat dekat dengan rumah penduduk.
SUTET merupakan salah satu sumber medan elektromagnetik buatan.
Energi yang ditransmisikan melalui saluran transmisi dari sumber daya PLN
adalah berupa gelombang tegangan listrik bolak-balik yang merambatkan arus AC
melalui kawat konduktor dengan frekuensi 50 Hz atau 60 Hz, sehingga konduktor
pada jaringan transmisi PLN merupakan sumber paparan medan elektromagnetik.
Radiasi yang dihasilkan oleh muatan yang bergerak osilasi, seperti arus AC pada
konduktor dari sumber PLN tersebut tergolong radiasi tidak mengion dan di
dalam spektrum gelombang elektromagnetik berada pada frekuensi sangat rendah
yaitu kurang dari 300 Hz dan disebut sebagai gelombang elektromagnetik
frekuensi sangat rendah (Extremely Low Frequency). Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk menganalisis apakah jenis bahan atap rumah dan jarak pengukuran
berpengaruh terhadap intensitas medan elektromagnetik ELF oleh SUTET 500
kV.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan
menggunakan teknik survei. Pada penelitian ini terdapat 2 variabel dependent
yaitu intensitas medan magnet ELF dan intensitas medan listrik ELF. Variabel
bebas pada penelitian ini meliputi jarak pengukuran, waktu pengukuran dan jenisbahan galvalum, seng dan plastik. Sebuah rumah tiruan digunakan untuk menguji
pengaruh jenis material atap terhadap intensitas elektromagnetik ELF. Data
penelitian diukur mulai jam 06.00, 09.00, 12.00, 15.30 hingga 19.00 dengan jarak
pengukuran yang semakin jauh dari SUTET yakni titik 0, titik 1 dan titik 2.
Berdasarkan hasil penelitian, intensitas medan listrik dan medan magnet
ELF tanpa penghalang atap di sekitar SUTET mengalami penurunan jika
dibandingkan dengan pengukuran di bawah atap. Pengukuran di bawah bahan
seng diperoleh penurunan sebesar 1,51 𝜇T dan 7,45 V/m, di bawah bahan plastik
diperoleh penurunan sebesar 2,39 𝜇T dan 9,91 V/m, dan di bawah bahan galvalum
diperoleh penurunan sebesar 3,36 𝜇T dan 10,88 V/m. dengan demikian,
penurunan terbesar terjadi di bawah bahan galvalum dan penurunan terkecil
terjadi di bawah bahan seng. Pengukuran pada jarak titik 0 didapatkan hasil
intensitas yang lebih besar dibandingkan saat pengukuran jarak titik 1 dan titik 2.
Pada jarak titik 0 diperoleh intensitas paling tinggi yakni 9,76 𝜇T dan 21,24 V/m,
lalu mengalami penurunan sebesar 3,18 𝜇T dan 8,44 V/m pada titik 1, dan
menurun sebesar 6,77 𝜇T dan 14,28 V/m pada titik 2. Dengan demikian, jika
pengukuran semakin jauh dari SUTET maka diperoleh hasil intensitas medan
magnet dan medan listrik ELF semakin menurun. Selain itu, pengukuran pada
pagi hari diperoleh intensitas medan magnet dan medan listrik ELF lebih kecil
dibandingkan dengan pengukuran pada malam hari karena pada malam hari
terjadi beban puncak yang mengakibatkan peningkatan arus listrik yang cukup
besar. Intensitas terendah diperoleh saat pengukuran jam 06.00 wib yakni sebesar
9,76 𝜇T dan 21,24 V/m, lalu mengalami peningkatan pada jam 19.00 sebesar 5,8
𝜇T dan 6,26 V/m. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
jenis atap, jarak dan waktu pengukuran terhadap intensitas medan elektromagnetik
ELF di sekitar SUTET 500 KV.
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima
