Literature Review: Penilaian Tingkat Keparahan Diabetic Foot Ulcer Berdasarkan Klasifikasi Wagner–Meggitt pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
| dc.contributor.author | Annisa Choirotun Khisan | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-10T08:01:55Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-09 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_10 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Diabetic foot ulcer (DFU) merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus tipe 2 yang dapat menyebabkan infeksi, gangren, amputasi, hingga meningkatkan risiko mortalitas. Penilaian tingkat keparahan DFU merupakan bagian penting dalam menentukan tata laksana, memantau perkembangan luka, serta mendukung pengambilan keputusan klinis. Salah satu sistem klasifikasi yang banyak digunakan dalam praktik klinis adalah klasifikasi Wagner–Meggitt. Klasifikasi ini menilai tingkat keparahan DFU berdasarkan kedalaman ulkus, keterlibatan jaringan yang lebih dalam, adanya infeksi, serta gangren. Meskipun telah digunakan secara luas karena sederhana dan mudah diterapkan, klasifikasi Wagner–Meggitt masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti belum menilai derajat infeksi secara rinci, kondisi vaskular, maupun karakteristik ulkus tertentu. Oleh karena itu, literature review ini dilakukan untuk menganalisis penilaian tingkat keparahan diabetic foot ulcer berdasarkan klasifikasi Wagner–Meggitt pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, SpringerLink, SAGE Journal, ScienceDirect, dan Wiley Online Library terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2016–2026. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian kualitas metodologinya dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Sebanyak 17 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil literature review menunjukkan bahwa karakteristik responden yang paling konsisten dilaporkan pada sebagian besar penelitian adalah laki-laki, berusia ≥50 tahun, memiliki durasi diabetes melitus ≥10 tahun, serta kadar HbA1c ≥7%. Selain itu, beberapa penelitian juga melaporkan karakteristik lain, seperti kebiasaan merokok, komorbid, lokasi ulkus, durasi ulkus, ukuran ulkus, jumlah ulkus, infeksi, riwayat amputasi, dan riwayat diabetic foot ulcer sebelumnya. Namun, karakteristik tersebut hanya dilaporkan pada sebagian kecil penelitian sehingga belum dapat menggambarkan seluruh karakteristik pasien DFU secara menyeluruh. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ns. Mulia Hakam, M.Kep., Sp.Kep.MB DPA : Ns. Kushariyadi, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10999 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Ulkus Kaki Diabetik | |
| dc.subject | Klasifikasi Wagner-Meggitt | |
| dc.subject | Penilaian Tingkat Keparahan | |
| dc.subject | Diabetes Militus Tipe 2 | |
| dc.title | Literature Review: Penilaian Tingkat Keparahan Diabetic Foot Ulcer Berdasarkan Klasifikasi Wagner–Meggitt pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Watermark Skripsi_Annisa Choirotun_192310101003.pdf
- Size:
- 3.72 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
