Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Sma Melaui PjBL Terintegrasi STEAM pada Gudang Atag Materi Kesetimbangan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan 4C
(communication, collaboration, critical thinking, dan creativity) akibat kemajuan
teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial. Proses pembelajaran memiliki peran
krusial dalam memastikan peserta didik menguasai keterampilan abad ke-21,
terutama dalam hal keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan tersebut sangat
penting baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi,
keterampilan berpikir kreatif masih tergolong rendah karena kurang mendapat
perhatian dalam pembelajaran. Kurikulum merdeka yang saat ini diterapkan di
Indonesia bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran serta
menekankan pentingnya kearifan lokal dalam proses pendidikan. Kabupaten
Jember menjadi salah satu dari tiga wilayah penghasil tembakau di Indonesia,
sehingga Kabupaten Jember memiliki bangunan Gudang Atag. Akan tetapi tidak
semua guru di Kabupaten Jember sepenuhnya menyadari potensi kearifan lokal
seperti gudang atag sebagai bahan pembelajaran, mayoritas guru yang masih
terpaku pada metode pengajaran konvensional dan kurang mengeksplorasi integrasi
budaya lokal dalam materi ajar mereka. Hal ini mengakibatkan kurang optimalnya
pemanfaatan sumber daya lokal yang sebenarnya bisa meningkatkan keterampilan
peserta didik. Berdasarakan uraian diatas tujuan penelitian ini yaitu menganalisis
keterampilan berpikir kreatif siswa melalui PjBL terintegrasi STEAM pada gudang
atag materi kesetimbangan.
Penelitian dilakukan di SMA Plus Sukowono pada semester gasal tahun
ajaran 2024/2025, dengan fokus pada mata pelajaran fisika, khususnya materi
kesetimbangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik dengan 29
siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang bertujuan
untuk memberikan gambaran mendalam mengenai keterampilan berpikir kreatif
siswa pada kosep kesetimbangan dengan menggunakan PjBL terintegrasi STEAM. Desain penelitian yang dipilih adalah studi kasus tunggal, yang berfokus pada
kemampuan berpikir kreatif siswa SMA dalam pembelajaran kesetimbangan
dengan model PjBL-STEAM. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap
awal, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap awal penelitian melibatkan
persiapan yang mencakup tujuan penelitian dan menyusun pertanyaan yang
mencakup tujuan penelitian. Tahap pelaksanaan mencakup proses pengumpulan
data melalui observasi langsung, wawancara, lembar kerja peserta didik (LKPD),
dan dokumentasi. Pada tahap akhir, data yang telah dikumpulkan dan diolah,
dianalisis secara mendalam untuk menjawab tujuan penelitian. Teknik yang
digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang akan
dianalisis kemudian diuabah menjdai data teks. Selanjutnya reduksi data dengan
memilih data yang relevan dengan tujuan penelitian, serta menghapus data yang
tidak relevan. Kemudian data yang telah disesuaikan dengan tujuan penelitian
disusun secara sistematis dalam bentuk tabel, gambar, uraian, atau hubungan antar
kategori. Verifikasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi.
Terakhir, menyampaikan data yang telah diverifikasi melalui teknik triangulasi
untuk memberikan solusi terhadap masalah penelitian yang telah dirumuskan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat indikator keterampilan
berpikir kreatif peserta didik, berdasarkan analisis LKPD dan observasi, sebagian
besar tergolong dalam kategori sangat kurang. Indikator fluency menunjukkan
bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan dalam menghasilkan berbagai ide atau
solusi dalam waktu singkat, sehingga berada pada kategori kurang. Indikator
flexibility menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori sangat
kurang, sehingga dapat diartikan sebagian besar siswa belum mampu memandang
suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Begitu pula dengan indikator
elaboration mayoritas siswa berada pada kategori sangat kurang, yang
mencerminkan sebagian besar siswa tidak mampu dalam mengembangkan serta
memperkaya ide yang telah dimiliki. Adapun pada indikator originality, sebagian
besar siswa belum mampu mengemukakan gagasan yang unik dan orisinal,
sehingga masuk dalam kategori sangat kurang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa dapat dianalisis melalui model PjBL
terintegrasi STEAM
Description
reupload file repositori 19 Februari 2026_Kholif/Keysa
