Strategi Pengembangan Angkutan Umum Kawasan Perkotaan Lumajang Berdasarkan Persepsi Masyarakat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pengembangan transportasi perkotaan merupakan salah satu hal yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan transportasi umum yang memiliki
peran penting dalam solusi kemacetan dan terciptanya masyarakat yang harmonis.
Angkutan kota menjadi salah satu bentuk transportasi umum yang memiliki peran
penting dalam pendukung pergerakan manusia untuk berpindah pada satu titik ke
titik lainnya, angkutan umum dapat mendukung aktivitas masyarakat dalam
pemenuhan kebutuhan sehari hari. Hal ini menjadi salah satu hal yang perlu
ditekankan utamanya pada kawasan perkotaan Lumajang. Angkutan kota pada
Kabupaten Lumajang yang dapat beroperasi pada tahun 2010 sejumlah 43
kendaraan dengan jumlah penumpang yang makin menurun setiap waktunya.
Bahkan trayek yang awalnya berjumlah tujuh sesuai dengan Keputusan Kadinhub
Kabupaten Lumajang No. 551. 21/ 332/ 427. 37/ 2003 tentang Trayek Angkutan
Kota di Kabupaten Lumajang berubah menjadi sejumlah 3.
Penelitian ini perlu dilakukan dengan didasari oleh data dari BPS, data
sekunder, dan penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa minat masyarakat pada
kendaraan umum semakin menurun hingga menyebabkan armada transportasi
umum perkotaan yang berjalan semakin berkurang pula. Penelitian ini bersifat
spesifik kepada persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan dan ketersediaan
sarana angkutan umum di kawasan perkotaan Lumajang dengan observasi terhadap
kondisi eksisting dan sebar kuesioner dengan variabel TERRA kepada penumpang
angkutan terkait indikator-indikator layanan angkutan umum. Penelitian ini akan
memiliki output berupa strategi pengembangan yang didapat melalui hasil analisis
dan implikasi metode IPA (Importance - Performance Analysis).
Hasil observasi yang dilakukan pada angkutan umum perkotaan kabupaten
Lumajang didapatkan bahwa strategi pengembangan pelayanan angkutan umum
kawasan perkotaan Kabupaten Lumajang yang paling menjadi sorotan ada pada
indikator di kuadran I dengan strategi perbaikan kondisi fisik kendaraan dengan
perawatan secara berkala pada tiap-tiap armada yang beroperasi, perbaikan jendela,
pintu, kursi penumpang, cat yang terkelupas, serta bagian lain yang mengalami kerusakan, kemudian perbaikan fasilitas termasuk ruang duduk yang cukup, kursi
yang nyaman sesuai kapasitas, dan lampu penerangan, berikutnya perbaikan
identitas kendaraan dengan penambahan nama trayek, nomor kendaraan, dan
identitas pengemudi, penyediaan APAR, palu pemecah kaca, pengecekan kelayakan
kendaraan, dan pengadaan tempat sampah dengan pembersihan rutin, serta
pengembangan informasi trayek dengan penyediaan papan informasi terkait rute
dan jadwal keberangkatan hingga kedatangan yang dapat diakses secara daring.
Description
Validasi file repositori 11 Juni 2026_Magang SP (Ulum)_Firli
