Ketergantungan dan Konsentrasi Pasar Impor Kedelai Segar Indonesia
| dc.contributor.author | Melati Nada Salsabila | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-26T08:18:24Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-21 | |
| dc.description | Reupload Repository 26 Januari 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang berperan strategis terhadap ketahanan pangan karena menjadi salah satu sumber protein nabati yang memiliki nilai gizi tinggi dan harga yang terjangkau. Kepopuleran makanan olahan kedelai tersebut berpengaruh terhadap tingkat konsumsi kedelai yang cenderung mengalami peningkatan pada setiap tahunnya. Tingkat konsumsi yang tinggi ini tidak diimbangi dengan produksi yang memiliki kecenderungan menurun. Permasalahan ini mendorong pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri dengan cara melakukan impor. Indonesia mengimpor kedelai segar dari beberapa negara termasuk empat negara eksportir terbesar di Indonesia yaitu Amerika Serikat, Kanada, Argentina, dan Malaysia. Kegiatan impor yang dilakukan Indonesia membuat neraca perdagangan kedelai Indonesia dalam kegiatan perdagangan internasional mengalami defisit pada setiap tahunnya sehingga dapat berdampak bagi perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menganalisis ketergantungan impor dan derajat keterbukaan impor komoditas kedelai segar Indonesia (2) menganalisis struktur dan konsentrasi pasar kedelai segar Indonesia. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan data sekunder time series (2012-2022) dan objek penelitian berupa kedelai dengan kode HS 12019000. Metode analisis data yang digunakan adalah IDR (Import Dependency Ratio) dan DKI (Derajat Keterbukaan Impor) dalam menjawab tujuan pertama, DKG (Derajat Konsentrasi Geografis) dan HI (Herfindahl Index) serta CR4 (Concentration Ratio) dalam menjawab tujuan kedua. Hasil analisis pada tujuan pertama menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi untuk kedelai HS 12019000. Selama periode 2012 hingga tahun 2022 nilai ketergantungan impor Indonesia berada di rentang 69,55 hingga 92,20; dengan rata-rata sebesar 79,82. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 79,82 persen kebutuhan kedelai segar Indonesia dipenuhi dari impor. Sedangkan untuk derajat keterbukan impor, selama periode 2012 hingga tahun 2022 Indonesia berada di rentang 0,10 hingga 0,16 dengan rata-rata sebesar 0,13. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan impor kedelai HS 12019000 Indonesia mencapai 0,13 persen PDB Indonesia selama periode 2012 – 2022. Hasil analisis pada tujuan kedua menunjukkan bahwa struktur dan konsentrasi pasar impor kedelai segar Indonesia adalah oligopoli dengan konsentrasi tinggi. Hasil perhitungan nilai DKG pada tahun 2012 sampai tahun 2022 berada pada rentang 84,87 hingga 98,77 dengan rata-rata 93,6. Hasil perhitungan nilai CR4 pada tahun 2012 sampai tahun 2022 berada pada rentang 97,84% hingga 99,99% dengan rata-rata 99,16%. Sedangkan hasil perhitungan nilai HI pada tahun 2012 sampai tahun 2022 berada pada rentang 7203,32 hingga 9755,6 dengan rata-rata 8782,09. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Titin Agustina, SP., MP. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/329 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Kedelai | |
| dc.title | Ketergantungan dan Konsentrasi Pasar Impor Kedelai Segar Indonesia | |
| dc.type | Other |
