Optimasi Jarak Lubang Bor untuk Klasifikasi Sumber Daya Nikel Laterit di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan

dc.contributor.authorGayuh Natha Sasmita
dc.date.accessioned2026-08-09T11:38:41Z
dc.date.issued2026-07-21
dc.descriptionFinalisasi Maya_09 Agustus 2026
dc.description.abstractEksplorasi merupakan tahapan krusial untuk memperoleh data geologi melalui pengeboran inti dalam industri pertambangan. Namun, pengeboran merupakan kegiatan yang memerlukan biaya sangat besar dan waktu yang lama, sehingga penentuan kerapatan atau jarak lubang bor menjadi faktor penentu efisiensi anggaran bagi perusahaan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan karena potensi sumber daya nikel laterit yang besar dan telah menjadi daerah aktif untuk kegiatan pertambangan nikel. Permasalahan yang sering muncul adalah ketidakpastian dalam menentukan jarak lubang bor yang digunakan apakah cukup representatif untuk mengklasifikasikan sumber daya. Jarak yang terlalu lebar dapat meningkatkan risiko ketidakpastian geologi, sementara jarak yang terlalu rapat dapat menyebabkan pemborosan biaya yang tidak perlu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penentuan spasi lubang bor menggunakan metode analisis geostatistik dengan klasifikasi sumberdaya nikel laterit. Analisis geostatistik dapat memberikan landasan ilmiah dalam menentukan spasi lubang bor yang optimal untuk mengklasifikasikan sumber daya menjadi kategori terukur, tertunjuk, dan tereka secara akurat dan efisien. Penelitian ini difokuskan pada endapan nikel laterit di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Karakteristik endapan nikel laterit terbagi menjadi zona limonit dan saprolit yang memiliki tingkat homogenitas kadar Ni dan Fe yang berbedabeda. Penelitian menggunakan metode geostatistik dengan memanfaatkan data sekunder sebanyak 251 lubang bor yang mencakup data koordinat (collar), deskripsi litologi, dan kadar Ni serta Fe. Analisis geostatistik dimulai dengan statistik deskriptif untuk mengetahui tingkat homogenitas data kadar pada zona limonit dan saprolit. Tahapan selanjutnya, analisis variografi menggunakan model spherical untuk mengekstraksi parameter spasial seperti nugget effect, sill, dan range. Parameter dari variogram digunakan dalam metode GEV menggunakan nomogram Annels pada skenario grid pengeboran untuk menghasilkan varian estimasi yang akan digunakan untuk menentukan nilai relative error. Hasil perhitungan relative error tersebut akhirnya diklasifikasikan berdasarkan kriteria JORC, Sinclair & Blackwell (2002), serta dibandingkan dengan variogram continuity (Snowden, 1996) untuk mendapatkan jarak pengeboranyang paling optimal.
dc.description.sponsorshipDPU : Ir. Haeruddin, S.Si., M.T.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13398
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectNikel Laterit
dc.subjectVarians Estimasi Global (GEV)
dc.subjectJarak Lubang Bor Klasifikasi Sumber Daya
dc.titleOptimasi Jarak Lubang Bor untuk Klasifikasi Sumber Daya Nikel Laterit di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
211910901033 - GAYUH NATHA SASMITA - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
754.85 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
211910901033 - GAYUH NATHA SASMITA - BAB 1.pdf
Size:
381.94 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
211910901033 - GAYUH NATHA SASMITA - BAB 2.pdf
Size:
510.02 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
211910901033 - GAYUH NATHA SASMITA - BAB 3.pdf
Size:
472.26 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
211910901033 - GAYUH NATHA SASMITA - BAB 4.pdf
Size:
621.01 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: