Viabilitas Bacillus SP. dalam Enkapsulasi Benih Tomat dan Kemampuannya Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum)
| dc.contributor.author | Haula Salsabila | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T07:52:22Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-10 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 30 Januari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Penyakit layu bakteri merupakan salah satu penyakit pada tanaman tomat yang menimbulkan kerugian besar, karena serangannya bisa terjadi pada fase vegetatif. Patogen penyebab penyakit ini adalah bakteri Ralstonia solanacearum. Pendekatan terbaik untuk pengendalian penyakit ini adalah dengan memanfaatkan agens pengendali hayati Bacillus sp. dengan enkapsulasi atau pelapisan benih menggunakan bahan aktif sebagai inokulan, bahan perekat dan bahan pembawa. Penggunaan bahan pembawa bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dari Bacillus sp. yang berasal dari bahanorganik dan anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bahan pembawa organik dan anorganik pada enkapsulasi mampu mempengaruhi viabilitas Bacillus sp. dan kemampuannya dalam mengendalikan penyakit layu bakteri. Penelitian ini dilakukan dengan enkapsulasi benih tomat dengan bahan pembawa yang berbeda, kemudian dilakukan penanaman pada media polybag untuk pengujian terhadap patogen R. solanacearum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi benih tomat menggunakan Bacillus sp. dengan bahan pembawa organik dan anorganik mampu mempertahankan viabilitas Bacillus sp. hingga hari ke tujuh setelah enkapsulasi. Enkapsulasi benih tomat menggunakan Bacillus sp. dengan bahan pembawa organik dan anorganik tidak mampu meningkatkan daya kecambah benih, dan volume akar tanaman, namun mampu meningkatkan tinggi tanaman dengan perlakuan terbaik pada enkapsulasi Bacillus sp. + kaolin sebesar 12,9 cm pada 33 HST. Enkapsulasi benih tomat menggunakan Bacillus sp. dengan bahan pembawa bentonit, kaolin, dan tepung beras serta perlakuan perendaman Bacillus sp. mampu mengendalikan penyakit layu bakteri oleh R. solanacearum. Perlakuan terbaik ada pada enkapsulasi Bacillus sp. + bentonite yang memiliki masa inkubasi terpanjang sebesar 4 HSI dan keparahan paling rendah sebesar 45% ada 21 HSI. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti, S.P, M.Sc. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/842 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Viabilitas Bacillus sp. | |
| dc.subject | Enkapsulasi Benih Tomat | |
| dc.subject | Penyakit Layu Bakteri | |
| dc.subject | Ralstonia Solanacearum | |
| dc.title | Viabilitas Bacillus SP. dalam Enkapsulasi Benih Tomat dan Kemampuannya Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum) | |
| dc.type | Other |
