Efektivitas Model Pembelajaran Diskursus Multi Representasi Terhadap Kesadaran Metakognitif dan Argumentasi Ilmiah Siswa pada Materi Pencemaran Lingkungan
| dc.contributor.author | Hilyah Nisya’a Azmi Putri | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T02:53:40Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-16 | |
| dc.description | Reupload file repositori 6 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Penggunaan representasi secara optimal akan mungkin terjadi jika siswa memiliki kesadaran metakognitif. Kesadaran metakognitif adalah kemampuan seseorang untuk menyadari, mengontrol, dan mengevaluasi cara berpikir dan proses belajarnya sendiri. Kesadaran ini membuat siswa tahu apa yang mereka pahami, strategi apa yang perlu digunakan, serta bagaimana memantau dan memperbaiki cara belajarnya agar lebih efektif. Kemampuan ini sangat dibutuhkan pada pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar lebih optimal. Penggunaan multi representasi juga berperan penting dalam mengembangkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Argumentasi ilmiah adalah pendapat logis yang diutarakan setelah adanya pertimbangan mendalam. Berdasarkan Toulmin’s Argument Pattern, argumentasi tidak hanya berisi pendapat (claim) saja, tetapi juga didukung bukti dari pendapat tersebut (evidence), penegasan antara pendapat dan buktinya agar semakin meyakinkan (warrant), dan pembenaran teoritis dari penegasan tersebut (backing). Representasi dapat menghubungkan data yang tersedia dengan konsep ilmiah yang relevan, sehingga argumentasinya menjadi lebih terstruktur dan logis. Adanya proses argumentasi membutuhkan topik pembelajaran jelas dan memungkinkan berbagai sudut pandang seperti materi pencemaran lingkungan. Permasalahan terkait lingkungan tidak ada habisnya dibahas karena seiring perkembangan zaman, bumi justru semakin rusak karena parahnya pencemaran. Materi tersebut bersifat dinamis, mengikuti perubahan zaman sehingga dianggap cocok dalam penelitian ini. Tujuan dari dilakukannya penelitian yakni untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran DMR terhadap kesadaran metakognitif dan argumentasi ilmiah siswa pada materi pencemaran lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan dua kelas yang salah satunya menjadi kelas eksperimen dan lainnya menjadi kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan angket MAI dan posttest yang diberikan di akhir pertemuan. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney untuk kesadaran metakognitif dan t-test independent untuk kemampuan argumentasi ilmiah, juga dilakukan uji deskriptif pada keduanya untuk membandingkan keefektivan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil yang didapat adalah pengujian pada kesadaran metakognitif menujukkan angka 0.185 (Sig. > 0.05) dan pada argumentasi ilmiah menunjukkan angka 0.024 (Sig. < 0.05) dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 40.92 ± 11.86 sedangkan kelas kontrol mendapatkan rata-rata lebih rendah yakni 34.46 ± 10.01. Sehingga model pembelajaran Diskursus Multi Representasi efektif terhadap argumentasi ilmiah siswa, tetapi tidak efektif terhadap kesadaran metakognitif siswa. | |
| dc.description.sponsorship | Bevo Wahono, S.Pd., M.Pd., Ph.D. - Dr. Slamet Hariyadi, M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1967 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Efektivitas Model Pembelajaran | |
| dc.subject | Diskursus Multi Representasi | |
| dc.subject | Kesadaran Metakognitif | |
| dc.subject | Argumentasi Ilmiah Siswa | |
| dc.subject | Pencemaran Lingkungan | |
| dc.title | Efektivitas Model Pembelajaran Diskursus Multi Representasi Terhadap Kesadaran Metakognitif dan Argumentasi Ilmiah Siswa pada Materi Pencemaran Lingkungan | |
| dc.type | Other |
