Botani Ekonomi Bahan Baku Pewarna Alami Batik Di Kabupaten Pasuruan Dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Karya Ilmiah Populer

dc.contributor.authorFara Feriska
dc.date.accessioned2026-01-27T05:45:51Z
dc.date.issued2025-05-01
dc.descriptionReupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractPemanfaatan tumbuhan sebagai pewarna alami batik yang dikaji melalui studi botani ekonomi menghasilkan produk batik yang dikembangkan di rumah industri. Pewarna sintetis yang selama ini banyak digunakan dalam industri batik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran air akibat limbah kimia. Pewarna alami dari tumbuhan dapat dijadikan alternatif penggunaan pewarna sintetis yang dapat mencemari lingkungan. Namun, pemanfaatan pewarna alami ini masih terbatas, terutama karena minimnya informasi yang tersedia di masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini menyajikan informasi mengenai botani ekonomi tumbuhan sebagai bahan baku pewarna alami batik di rumah produksi Alam Batik yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami batik, mengetahui botani tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami, mengetahui proses pengolahan tumbuhan menjadi pewarna alami, mengetahui nilai ekonomi tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami, dan menghasilkan buku ilmiah populer yang tervalidasi terkait botani ekonomi bahan baku pewarna alami batik di Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di rumah produksi Alam Batik, Kabupaten Pasuruan. Teknik penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling yang digunakan untuk menentukan narasumber penelitian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui jurnal dan sumber pustaka yang berkaitan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna alami di rumah produksi Alam Batik yaitu tumbuhan indigo (Strobilanthes cusia), kesumba keling (Bixa orellana L.), mangga (Mangifera indica L.), jolawe (Terminalia bellirica), dan mahoni (Swietenia mahagoni). Tumbuhan indigo (Strobilanthes cusia) memiliki batang berbentuk bulat berwarna hijau hingga kecoklatan. Daun berwarna hijau dengan bentuk bulat telur. Bunga berwarna ungu berbentuk seperti lonceng. Tumbuhan indigo memiliki pigmen indigo sehingga dapat menghasilkan warna biru. Tumbuhan kesumba keling (Bixa orellana L.) merupakan pohon perdu yang memiliki ketinggian 3-10 meter. Daun berwarna hijau dan berbentuk bulat telur. Memiliki bunga majemuk berwarna merah muda. Buah seperti rambutan dan berwarna merah. Biji berbentuk lonjong dengan selaput berwarna kemerahan. Memiliki kandungan karotenoid sehingga menghasilkan warna oranye. Tumbuhan mangga (Mangifera indica L.) memiliki batang berwarna coklat. Daun berbentuk memanjang dan berwarna hijau. Bunga mangga terangkai dalam satu tandan sebagai bunga majemuk. Mengandung tanin dan flavonoid sehingga dapat menghasilkan warna kuning. Tumbuhan jolawe (Terminalia bellirica) memiliki batang tegak berwarna coklat dan bertekstur kasar. Daun berbentuk lonjong. Bunga berwarna kuning kehijauan. Buah berbentuk oval dan berbiji. Memiliki kandungan tanin sehingga dapat menghasilkan warna coklat. Tumbuhan mahoni (Swietenia mahagoni) memiliki batang tegak. Daun berbentuk bulat telur. Bunga majemuk tak terbatas yang berbentuk malai berwarna putih kekuningan. Buah berbentuk bulat telur dan berwarna coklat. Memiliki kandungan tanin dan flavonoid sehingga menghasilkan warna coklat kemerahan. Nilai ekonomi tumbuhan sebelum digunakan sebagai bahan baku pewarna alami batik sebelum diolah berkisar antara Rp 5.000,00 hingga Rp 70.000,00, sedangkan nilai ekonomi tumbuhan yang telah diproses untuk dijadikan pewarna alami batik menghasilkan rata-rata laba Rp 25.445.000,00 setiap bulan. Hasil penelitian kemudian disusun menjadi buku ilmiah populer yang divalidasi oleh ketiga validator yang mendapatan rata-rata total skor yaitu 54 dengan rata-rata persentase 85%. Berdasarkan persentase tersebut, dapat diketahui buku yang berjudul “Botani Ekonomi Bahan Baku Pewarna Alami Batik di Kabupaten Pasuruan” diperoleh kriteria sangat layak untuk dijadikan buku bacaan bagi masyarakat.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dra. Pujiastuti, M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Ika Lia Novenda, S.Pd., M.Pd.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/448
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectTumbuhan
dc.subjectPewarna alami batik
dc.subjectStudi botani ekonomi
dc.subjectRumah industri
dc.titleBotani Ekonomi Bahan Baku Pewarna Alami Batik Di Kabupaten Pasuruan Dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Karya Ilmiah Populer
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FARA FERISKA - 210210103075.pdf
Size:
2.12 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: