Hubungan Tingkat Pengetahuan Pernikahan Dini dengan Pencegahan Pernikahan Dini di Wilayah Pertanian Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Pencegahan pernikahan dini di Indonesia telah dinilai efektif namun masih terdapat permasalahan yaitu peningkatan angka kejadian pernikahan dini di beberapa daerah. Upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh pemerintah kurang mendapat dukungan dari masyarakat sehingga kejadian pernikahan dini masih sulit dihilangkan. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini yang masih berbeda-beda antar individu. Pengetahuan remaja dipengaruhi oleh pendidikan yang layak dan akses terhadap informasi mengenai dampak dan risiko pernikahan dini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan hubungan pengetahuan pernikahan dini dengan pencegahan dini di wilayah pertanian Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di semua SMA dan SMK Kecamatan Jenggawah yang merupakan kecamatan dengan angka kejadian pernikahan dini tertinggi di Kabupaten Jember sebanyak 1541 remaja. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 318 responden dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner Tingkat Pengetahuan Pernikahan Dini dan kuesioner Pencegahan Pernikahan Dini.Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu spearman rank untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pernikahan dini dengan pencegahan pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden berusia 16 tahun (36,2%), jenis kelamin kebanyakan responden adalah perempuan (71,1%), tingkat pendidikan orang tua sebagian besar responden adalah SD atau sederajat (41,5%), total penghasilan keluarga sebagian besar responden adalah > Rp. 2.665.000,00 (51,3%). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa remaja memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai pernikahan dini sebanyak 135 responden (42,5%) dan nilai mean pencegahan pernikahan dini yaitu 56,99, standar deviasi ±10.058, dan nilai antara 17-68. Hasil uji spearman rank menunjukkan r= 0,225, ρ-value < 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pengetahuan pernikahan dini dengan pencegahan pernikahan dini. Responden penelitian kebanyakan merupakan remaja pertengahan karena remaja pertengahan mulai memiliki kemampuan dalam menerima informasi terkait pernikahan dini. Jenis kelamin perempuan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pernikahan dini dalam mencegah pernikahan dini karena perempuan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik daripada laki-laki. Tingkat pendidikan orang tua yang semakin tinggi dapat meningkatkan pengetahuan mereka mengenai pernikahan dini sehingga dapat mencegah perinikahan dini pada anak. Total penghasilan orang tua yang semakin tinggi dapat memfasilitasi pendidikan remaja dengan maksimal sehingga remaja dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pernikahan dini dalam mencegah pernikahan dini. Tingkat pengetahuan remaja yang cukup mengenai pernikahan dini dapat diakibatkan karena ketidakadekuatan akses terhadap sumber informasi dan persebaran informasi yang belum merata. Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan formal bagi anak menjadi upaya pencegahan pernikahan dini dengan mean tertinggi karena pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi diri seorang remaja dalam membentuk sikap dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memaksimalkan pendidikan dan akses informasi bagi remaja dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pernikahan dini sehingga dapat mencegah pernikahan dini.

Description

Reupload file repositori 26 Mar 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By