Implementasi Mirror Therapy pada Anggota Keluarga Pascastroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Wilayah Pertanian UPT Puskesmas Rogotrunan

dc.contributor.authorDeffy Sabina Nirmalawati
dc.date.accessioned2026-04-07T04:09:23Z
dc.date.issued2025-06-12
dc.descriptionReuplound file 7 Apr 2026_Firli_tata
dc.description.abstractStroke adalah kondisi yang terjadi ketika suplai darah dan oksigen ke otak berkurang karena pembuluh darah yang tersumbat dan pembuluh darah yang pecah sehingga akan mengakibatkan otak mengalami kerusakan permanen. Kondisi pascastroke adalah keadaan individu setelah mengalami terjadinya serangan stroke tetapi masih mengalami gejala sisa seperti terjadinya hemiparesis. Jika tidak segera ditangani akan menyebabkan gangguan mobilitas fisik dan berpotensi menyebabkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kekuatan otot pada anggota keluarga yang mengalami pascastroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik setelah dilakukan implementasi Mirror Therapy. Desain penelitian ini adalah studi kasus pada 1 keluarga binaan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan selama seminggu 6 kali di wilayah pertanian UPT Puskesmas Rogotrunan pada Bulan Maret 2025. Studi kasus mengacu pada asuhan keperawatan keluarga dengan mengaplikasikan intervensi dukungan mobilisasi dan dikuatkan dengan evidenced based pemberian latihan Mirror Therapy. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi cermin, goniometer, standar operasional prosedur (SOP), lembar observasi, alat ukur kekuatan otot menggunakan MMT (Manual Muscle Testing) dan leaflet. Data yang terkumpul akan dianalisa menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami penyakit selama 10 tahun, tidak mampu merawat dengan baik terutama dalam pemenuhan makanan rendah garam, rendah lemak dan kurangnya latihan fisik secara mandiri. Pemberian latihan Mirror Therapy dilakukan selama seminggu 6 kali dengan durasi 15 menit dan setiap gerakan dilakukan pengulangan sebanyak 10 kali. Hasil yag didapatkan sebelum pemberian intervensi kekuatan otot partisipan yaitu 3. Setelah diberikan intervensi Mirror Therapy, kekuatan otot meningkat menjadi 4. Intervensi pemberian latihan Mirror Therapy pada partisipan pascastroke efektif meningkatkan kekuatan otot. Dari hasil ini diharapkan perawat dapat menerapkan Mirror Therapy ini dengan melakukan kunjungan rumah dan posyandu kepada partisipan pascastroke. Keluarga juga diharapkan mampu mengontrol asupan makanan dan dapat melanjutkan intervensi Mirror Therapy secara mandiri di rumah.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama:
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6417
dc.language.isoother
dc.publisherProgam Studi Diploma III Keperawatan
dc.subjectpascastroke
dc.subjectgangguan mobilitas fisik
dc.subjectmirror therapy
dc.titleImplementasi Mirror Therapy pada Anggota Keluarga Pascastroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Wilayah Pertanian UPT Puskesmas Rogotrunan
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Deffy Sabina Nirmalawati - 222303101030.pdf
Size:
2.78 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Reuploud file 7 Apr 2026_Firli_tata

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections