Potensi Vitamin C Ekstrak Jeruk Nipis Sebagai Pengawet Alami Untuk Mempertahankan Kesegaran Ikan Nila
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Ikan nila merupakan bahan pangan yang cepat mengalami penurunan mutu
akibat aktivitas mikroba selama penyimpanan, terutama pada suhu ruang. Upaya
untuk memperpanjang masa simpan ikan secara alami dapat dilakukan melalui
pemanfaatan bahan alami seperti ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) yang
diketahui mengandung senyawa aktif vitamin C. Ikan nila sendiri banyak
dikonsumsi masyarakat karena harganya ekonomis dan mudah dibudidayakan,
namun kesegarannya perlu dijaga untuk menjamin kesehatan dan keberlanjutan
konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar vitamin C dalam
ekstrak jeruk nipis menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta mengevaluasi
pengaruh larutan tersebut terhadap nilai pH dan jumlah total bakteri (TPC) pada
ikan nila selama penyimpanan.
Penelitian dilakukan dengan merendam ikan nila dalam larutan ekstrak
jeruk nipis berkonsentrasi 0%,10%,30%, dan 50% selama 24 jam pada suhu
ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai absorbansi ekstrak jeruk nipis pada
panjang gelombang 265 nm mencapai lebih dari 10, melebihi batas linear
pengukuran (0,2 − 0,8), sehingga kadar vitamin C tidak dapat ditentukan secara
akurat karena efek kejenuhan larutan. Sebaliknya, pada panjang gelombang 494 nm
ditemukan rentang dengan persamaan regresi 𝑦 = 0,0041𝑥 + 0,01986 dan nilai
koefisien 𝑅² = 0,9387 yang menunjukkan keterdeteksian senyawa tersebut secara
kuantitatif. Kadar vitamin C meningkat seiring konsentrasi, yaitu 0,566 mg pada
konsentrasi 10%,0,678 mg pada 30%, dan 0,969 mg pada 50%. Uji kesegaran
menunjukkan bahwa pada awal perendaman (0 jam), seluruh sampel memiliki nilai
pH sebesar 6,46 dengan TPC 8,68× 10⁴ CFU/mL. Setelah 24 jam, ikan tanpa
perendaman mengalami kenaikan pH menjadi 7,02 dan jumlah koloni bakteri
meningkat drastis menjadi TNTC (Too Numerous To Count), menandakan kondisi
pembusukan. Sementara itu, pada ikan yang direndam dalam ekstrak jeruk nipis
konsentrasi 30% dan 50%, pH menurun hingga 4,78 dan 4,72 serta TPC akhir
mencapai 16,74 × 10⁴ CFU/mL pada konsentrasi 50%, yang masih berada di
bawah batas aman konsumsi (< 1 × 10⁸ CFU/mL). Efektivitas ini disebabkan oleh
sifat asam vitamin C yang mampu menyebabkan denaturasi protein dan
mengganggu metabolisme mikroba, sehingga menghambat pertumbuhannya.
Dengan demikian, larutan ekstrak jeruk nipis, khususnya pada konsentrasi 30% dan
50%, terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan pH dan menekan jumlah
mikroba selama penyimpanan, serta berpotensi digunakan sebagai bahan pe
Description
Reaploud Repository February_agus
