Perilaku Mengonsumsi Minuman Beralkohol Oplosan pada Mahasiswa Universitas Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Konsumsi minuman beralkohol di kalangan remaja dan pemuda di Indonesia menjadi masalah yang sedang disorot oleh masyarakat karena tingginya kasus serta dampak negatif yang ditimbulkan. Secara global, pada tahun 2019 sekitar 400 juta penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan penggunaan alkohol dan 209 juta di antaranya mengalami ketergantungan. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan prevalensi konsumsi alkohol dalam satu bulan terakhir sebesar 2,2%, dengan kelompok usia 20–24 tahun memiliki prevalensi tertinggi yaitu 4,0%. Konsumsi alkohol juga lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kondisi ini relevan dengan mahasiswa sebagai kelompok remaja akhir yang rentan mengalami tekanan akademik, sosial, dan pergaulan sehingga berisiko melakukan perilaku konsumsi alkohol. Fenomena alkohol oplosan semakin mengkhawatirkan karena sering dicampur bahan berbahaya seperti metanol dengan harga murah dan mudah diperoleh. Konsumsi alkohol oplosan dapat menyebabkan mabuk, kecanduan, gangguan kesehatan fisik, hingga gangguan psikologis. Studi pendahuluan dilakukan melalui data dari Polres Jember yang mencatat pada periode Januari hingga Maret 2025, tercatat 129 kasus konsumsi alkohol oplosan dengan total 2.503 botol, di mana kelompok usia 18-25 tahun mendominasi dengan 73 kasus. Penelitian ini mengkaji perilaku mahasiswa Universitas Jember yang mengonsumsi minuman beralkohol oplosan menggunakan teori L.Green yang mencakup faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari 6 informan utama dan 6 informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan thematic content analysis hingga mencapai titik jenuh. Penelitian ini telah mendapat izin etik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (No. 3668/UN25.8/KEPK/DL/2026). Hasil penelitian ini menemukan faktor predisposisi informan berjenis kelamin laki-laki, berada pada rentang usia 19-22 tahun yang termasuk dalam remaja akhir menuju dewasa, paparan pendidikan diperoleh melalui lembaga pendidikan dan media sosial, pemasukan informan diperoleh dari orang tua yang dapat mempengaruhi jenis alkohol yang dikonsumsi dan frekuensi konsumsi, serta pengetahuan terkait alkohol oplosan belum cukup baik karena kurang memahami kandungan atau kadar alkohol oplosan. Faktor pendukung yakni sarana dan prasarana yang tersedia berupa tempat untuk konsumsi dan tempat memperoleh alkohol oplosan melalui pembelian langsung atau online ke penjualnya, serta kemudahan akses dalam mendapatkannya karena masih diwilayah perkotaan dan dekat dengan tempat konsumsi. Faktor pendorong yakni peran orang tua yang rendah dalam pengawasan serta pengaruh teman sebaya yang dominan dalam keputusan konsumsi alkohol oplosan tetap berlanjut. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan adanya upaya terpadu dari berbagai pihak untuk mencegah konsumsi alkohol oplosan di kalangan mahasiswa. Kepolisian diharapkan memperkuat penegakan hukum terhadap produksi dan peredaran alkohol ilegal serta menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam kegiatan pencegahan. Universitas Jember dan Fakultas Kesehatan Masyarakat perlu meningkatkan edukasi, pengawasan lingkungan kampus, promosi kesehatan, dan layanan konseling bagi mahasiswa. Selain itu, orang tua, masyarakat, dan mahasiswa diharapkan meningkatkan pengawasan, komunikasi, serta pengelolaan stres melalui cara-cara yang lebih sehat, sementara peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih lanjut tingkat ketergantungan alkohol oplosan dan dukungan emosional yang memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa.

Description

Finalisasi Maya_10 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By