Analisis Risiko Menggunakan Metode HOR (House of Risk) pada Peternakan Sapi Perah Rembangan Dairy Farm Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Peternakan sapi perah merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki fokus utama untuk memproduksi susu sapi perah sebagai produk utamanya. Peternakan sapi perah memiliki peran yang cukup penting dalam perekonomian nasional, pemenuhan konsumsi susu masyarakat, serta penyerapan tenaga kerja. Rembangan Dairy Farm merupakan salah satu peternakan sapi perah tertua di Kabupaten Jember yang telah berdiri sejak tahun 1932. Keberlangsungan peternakan sapi perah dihadapkan pada berbagai tantangan dan ketidakpastian karena sifatnya yang sangat bergantung pada kondisi alam. Rembangan Dairy Farm dihadapkan pada berbagai hal yang berpotensi menjadi risiko, seperti persaingan pasar, kondisi lingkungan, dan produksi susu yang berfluktuasi. Manajemen risiko adalah suatu kegiatan sistematis yang bertujuan untuk mengelola dan menurunkan potensi kerugian akibat adanya risiko. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui prioritas agen risiko dan prioritas tindakan pengendalian risiko pada Rembangan Dairy Farm. Metode yang digunakan dalam menentukan lokasi dan waktu penelitian yaitu metode purposive method. Lokasi penelitian yaitu di Rembangan Dairy Farm Desa Kemuning Lor Kabupaten Jember, dan waktu pelaksanaan penelitian yaitu pada bulan Februari hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan House of Risk (HOR) dan dalam menentukan prioritas agen risiko serta prioritas tindakan pengendalian risiko digunakan prinsip Pareto. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi untuk memperoleh data primer dan studi literatur untuk data sekunder. Terdapat 1 informan kunci dalam penelitian ini yang telah disesuaikan dengan kriteria informan, yaitu Bapak Hafid selaku Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan pada Rembangan Dairy Farm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 21 kejadian risiko, 18 agen risiko, dan 7 tindakan pengendalian risiko. Agen risiko yang menjadi prioritas pada Rembangan Dairy Farm yaitu A7 (penyakit pada sapi perah) dan A9 (minimnya jumlah sapi laktasi). Nilai ARP dari agen risiko tersebut yaitu 592 dan 360, dengan kumulasi persentase ARP nya yaitu 21%. Adapun tindakan pengendalian risiko yang menjadi prioritas yaitu PA2 (pemberian obat dan vitamin) yang memperoleh nilai ETDk sebesar 2.136. Tindakan pengendalian risiko tersebut memiliki kumulasi persentase ETDk sebesar 34%.

Description

Reuploud file repositori 5 maret 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By