Estimasi Perubahan Cadangan Karbon pada Kawasan Perhutanan Sosial (Studi Kasus: KTH Triasih Shankara, Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Kenaikan suhu permukaan bumi berdampak besar pada perubahan iklim. Penyebab utamanya adalah peningkatan akumulasi emisi gas rumah kaca di atmosfer. Pelaksanaan mitigasi dilaksanakan di berbagai sektor seperti energi, limbah, industri, pertanian, kehutanan dan lain sebagainya. Kehutanan menjadi sektor diprediksi akan sangat perpengaruh besar dalam penguranagan emisi karbon. Perhutanan sosial yang menjadi salah satu prinsip pengelolaan kawasan hutan dengan tetap menjaga kelestariannya. KTH Triasih Shankara merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memperoleh izin pengelolaan kawasan hutan negara sebagai perhutanan sosial. Aktifitas yang akan dilakukan diduga akan berdampak pada kondisi hutan, khususnya cadangan karbon kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan cadangan karbon pada kawasan hutan dengan pengelolaan perhutanan sosial dibandingkan dengan kondisi awal hutan yang dikelola perhutani. Pendugaan cadangan karbon kawasan hutan kelompok tani hutan (KTH) Triasih Shankara dilakukan untuk mengetahui perubahan cadangan karbon dengan adanya konsep perhutanan sosial. Cadangan karbon yang diukur merupakan cadangan karbon tegakan atau pohon. Pendugaan biomassa kawasan menggunakan persamaan allometrik sebagai dasar untuk mengetahui cadangan karbon. Perubahan cadangan karbon dipengaruhi oleh sistem pengelolaan lahan yang akan dilakukan. Model pertanian agroforestri dengan 4 jenis tanaman yaitu alpukan, mangga, durian dan cengkeh. Pengukuran cadangan karbon dilakukan dengan pengambilan data sampel pada 7 titik lokasi. Penentuan jumlah dan luas lokasi didasari pada luasan area yang diteliti. Kawasan perhutanan sosial KTH Triasih dapat dimodelkan menjadi kawasan lindung dan agroforestri. Luas kawasan agroforestri diperkirakan mencapai 68,58 ha dan kawasan lindung sebesar 133,42 ha. Hasil analisa cadangan karbon awal kawasan perhutanan sosial sebesar 4.225,84 ton. Model tanam yang digunakan yaitu 30-30-20-20, 35-35-15-15 dan 40-40-10-10 dengan jenis pohon alpukat, mangga, durian dan cengkeh. Skenario tanam dengan rasio 30-30-20-20 memiliki estimasi cadangan karbon tertinggi yaitu 3,91 ton/ha. Pendugaan cadangan karbon setelah penerapan perhutanan sosial dalam 10 tahun menghasilkan cadangan karbon total sebesar 7.262,18 ton. Cadangan karbon kawasan agroforestri sebesar 2.367,84 ton dan kawasan lindung diperkirakan mencapai 4.894,14 ton.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 04 Agustus 2026_Kholif Basri
