Pra Rancangan Pabrik γValerolactone (GVL) dari Limbah Pelepah Pisang Kapasitas 45.000 Ton Per Tahun
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pra-rancangan pabrik γ-Valerolactone (GVL) dirancang sebagai zat aditif
alternatif untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di Indonesia. γ-Valerolactone
(GVL) merupakan senyawa turunan biomassa yang memiliki potensi besar sebagai
bahan bakar terbarukan pengganti minyak bumi yang cadangannya semakin
menipis. Kebutuhan GVL di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan
seiring dengan perkembangan industri yang menggunakan GVL. Saat ini masih
belum ada pabrik GVL yang beroperasi di Indonesia dikarenakan penggunaan GVL
di Indonesia masih sampai ditahap pengembangan. Proses pembuatan GVL dengan
kapasitas 45.000 ton/tahun berbahan baku limbah pelepah pisang, air, hidrogen,
natrium hidroksida, asam klorida, dan ruthenium/carbon (Ru/C). Proses produksi
GVL dari limbah pelepah pisang melibatkan beberapa tahap, yaitu tahap pretreatment, tahap produksi asam levulinat (hidrolisis selulosa menjadi glukosa,
dehidrasi glukosa menjadi HMF, hidrasi HMF menjadi asam levulinat), dan tahap
produksi GVL (hidrogenasi asam levulinat menjadi GVL menggunakan katalis
Ru/C). Perencanaan pembangunan pabrik GVL di Lampung Timur, yang
berdekatan dengan sumber bahan baku utama dari PT Nusantara Tropical Farm,
didukung oleh akses transportasi strategis dan utilitas seperti air PDAM, listrik dari
PLTU Tarahan, serta pasokan hidrogen dari PT Samator Gas. Total karyawan yang
dibutuhkan untuk menjalankan pabrik ini berjumlah 156 orang. Dengan kapasitas
produksi yang dirancang sebesar 45.000 ton per tahun, pabrik ini diharapkan
mampu memenuhi 1,3% kebutuhan GVL nasional pada tahun 2029, sekaligus
memberikan manfaat ekonomi berupa penciptaan lapangan kerja dan pengurangan
pengangguran di wilayah setempat. Pemilihan proses yang efisien dengan katalis
selektif seperti HCl dan Ru/C memungkinkan produksi GVL yang ekonomis dan
ramah lingkungan, menjadikan proyek ini sebagai langkah strategis dalam
mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia. Hasil evaluasi analisa ekonomi,
dapat disimpulkan bahwasanya pabrik GVL ini layak didirikan dengan rincian
seperti, Laba perusahaan = $9.014.996,35, Rate of Return on Investment (ROR) =
54,61%, Pay Out Time (POT) = 1,75 tahun, dan Break Event Point (BEP) =
45,20%.
Description
Reuploud file repositori 1 april 2026_Firli
