Peran Aktor Dalam Peningkatan Produksi Tebu di Kabupaten Pasuruan Menuju Pemenuhan Swasembada Gula Nasional
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Sektor perkebunan tebu memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan swasembada gula nasional. Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah penghasil tebu di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi tebu. Namun, upaya peningkatan produksi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana produksi, belum optimalnya koordinasi antaraktor, serta perlunya penguatan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktor dalam peningkatan produksi tebu di Kabupaten Pasuruan menuju pemenuhan swasembada gula nasional. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Responden penelitian terdiri atas sebelas aktor yang terlibat dalam sistem produksi tebu, meliputi petani tebu, buruh tani, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, APTRI, Pabrik Gula Kedawoeng, konsumen gula, pemasok pupuk, Bank BRI, Koperasi Petani Tebu Rakyat, dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations) untuk mengidentifikasi tingkat pengaruh, ketergantungan, hubungan, serta kesesuaian tujuan antaraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tebu dan pemasok pupuk merupakan aktor dominan yang memiliki pengaruh tinggi dalam sistem peningkatan produksi tebu. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Pabrik Gula, Bank BRI, serta buruh tani berperan sebagai aktor penghubung yang mendukung koordinasi antarpemangku kepentingan. Sinergi antarlembaga melalui peningkatan akses permodalan, penyediaan sarana produksi, penerapan inovasi teknologi, penyuluhan, serta penguatan kemitraan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu dan mendukung tercapainya swasembada gula nasional.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 04 Agustus 2026_Kholif Basri
