Tindak Tutur Direktif Imperatif Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VIII MTS Al-Qodiri 1 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan rancangan kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan guru kepada siswa beserta konteksnya yang diindikasikan mengandung tindak tutur direktif imperatif pada saat proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data yang digunakan Adalah teknik observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian dalam penelitian ini, yaitu instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis data. Prosedur penelitian dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Lokasi penelitian adalah MTs AL-Qodiri 1 Jember, yang dipilih karena memiliki interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif serta keterbukaan guru untuk menjadi subjek penelitian. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai jenis tindak tutur direktif imperatif selama proses pembelajaran. Terdapat tujuh bentuk utama tindak tutur direktif imperatif yang diklasifikasikan berdasarkan teori Rahardi (2005), yaitu imperatif permintaan, imperatif ajakan, imperatif perintah, imperatif desakan, imperatif anjuran, imperatif larangan, serta imperatif harapan dan fungsi tindak tutur yang terdapat pada wujud tindak tutur direktif imperatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII MTs Al-Qodiri 1 Jember, yaitu fungsi kompetitif, fungsi konvivial, fungsi kolaboratif, fungsi konfliktif. Dari analisis tersebut, tampak bahwa guru secara sadar memilih bentuk tindak tutur yang sesuai dengan tujuan komunikasinya serta situasi yang sedang terjadi di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur direktif imperatif sangat penting dalam proses pembelajaran karena tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memberi perintah, tetapi juga sebagai strategi untuk membangun interaksi yang efektif, menumbuhkan kedisiplinan, membentuk sikap tanggung jawab siswa, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan komunikatif. Penggunaan tindak tutur yang tepat, dengan mempertimbangkan konteks dan etika komunikasi dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran secara lebih optimal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktis bagi guru dalam memilih dan menggunakan bentuk tindak tutur direktif imperatif yang sesuai dengan konteks kelas, serta menjadi rujukan bagi mahasiswa dan peneliti dalam bidang pragmatik, khususnya dalam lingkup pendidikan.

Description

Reupload file repositori 6 Februari 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By