Analisis Karakteristik Termal Biobriket Arang Sekam Padi Dengan Perekat Kulit Edamame Sebagai Bahan Bakar Energi Terbarukan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan kapasitas
pembangkit listrik operasional Indonesia mencapai 72.750,72 MW dengan
konsumsi 242,6 TWh pada 2020, didominasi pembangkit listrik tenaga uap
berbahan bakar batu bara. Mengingat keterbatasan batu bara sebagai bahan bakar
fosil, para peneliti mengembangkan teknologi Co-firing dengan mensubstitusi
biomassa sebagai bahan bakar campuran. Biomassa dari limbah pertanian seperti
sekam padi, tongkol jagung, dan tandan kelapa sawit menawarkan sumber energi
terbarukan yang berkelanjutan, dengan biobriket sebagai produk biomassa bernilai
tinggi. Biobriket mengkonversi limbah agroindustri menjadi arang berbentuk
briket, dinilai efektif karena harganya terjangkau, mudah ditemukan, dan
mengurangi pencemaran lingkungan. Biobriket berkualitas memiliki tekstur halus,
keras, tidak mudah pecah, tidak berasap saat dibakar, aman, dan memiliki sifat
penyalaan baik. Sekam padi efektif sebagai bahan biobriket karena mengandung
32,12% selulosa dengan unsur karbon, serta ketersediaannya melimpah dengan
peningkatan produksi padi sebesar 1,02% mencapai 54,60 juta ton GKG pada 2022.
Meski tepung tapioka umum digunakan sebagai perekat biobriket, penggunaannya
dapat mempengaruhi ketersediaan pangan. Limbah kulit edamame, yang dihasilkan
dari ekspor 4.525,82 ton edamame dari Kabupaten Jember pada 2019, mengandung
7,8% lignin sehingga potensial sebagai perekat alami alternatif. Inilah yang
mendasari penelitian karakteristik termal biobriket sekam padi dengan perekat
limbah kulit edamame sebagai bahan bakar energi terbarukan. Penelitian ini
menggunakan variasi ukuran partikel (40, 60, 80, dan 100) mesh dan variasi beban
kompaksi (3, 5, dan 7) ton sebagai variabel bebas yang diketahui pengaruhnya
terhadap variabel terikat berupa nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar volatile
matter, kadar fixed carbon, nilai shatter index, dan laju pembakaran. Hasil
penelitian menunjukkan variasi ukuran partikel berpengaruh signifikan terhadap
beberapa parameter biobriket. Setiap peningkatan ukuran partikel menyebabkan
kadar abu meningkat sebesar 0,2189 dan menurunkan kadar fixed carbon sebesar
0,0909 (p<0,05). Begitu pula, peningkatan ukuran partikel mengakibatkan nilai
shatter index naik sebesar 4,883e-03 dan laju pembakaran menurun sebesar 0,0034,
Description
Reaploud Repository February_agus
