Analisis Kesalahan Siswa Kelas X SMK Dalam Menyelesaikan Soal Program Linear Berdasarkan Teori Newman Ditinjau Dari Adversity Quotient

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Matematika merupakan sebuah ilmu yang memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan manusia karena keberadaan ilmu ini mempengaruhi perkembangan semua bidang seperti bidang ekonomi, teknologi, sosial, dan lainnya. matematika menjadi ilmu yang mendasari berbagai ilmu pengetahuan lainnya, khususnya di bidang eksakta. Kegiatan belajar tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa untuk memahami suatu materi pada suatu bidang studi, salah satunya adalah matematika. Keberhasilan dari suatu proses kegiatan belajar mengajar bidang studi matematika dapat diukur dari keberhasilan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Di sisi lain, salah satu karakteristik dari matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Sifat inilah yang menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan ialah daya juang atau Adversity Quotient (AQ). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang analisis kesalahan siswa secara mendetail dalam menyelesaikan soal program linear berdasarkan analisis kesalahan Newman ditinjau dari AQ agar pendidik mampu mengenali kemampuan AQ yang dimiliki siswanya serta jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal materi program linear beserta penyebabnya sehingga memungkinkan guru merancang kegiatan pembelajaran yang menarik sesuai dengan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan siswa Climber, Camper, dan Quitter kelas X SMK dalam menyelesaikan soal program linear berdasarkan teori Newman. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan November 2019 di SMKN 2 Jember di kelas X TKR 3 dengan jumlah 33 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari angket ARP, soal program linear, pedoman wawancara, dan lembar validasi. Pemilihan siswa dari kelas X TKR 3 sebagai subjek penelitian dikarenakan siswa pada kelas ini terdapat AQ tinggi, sedang, dan rendah. Setelah dilakukan pengumpulan data dengan memberikan ngket ARP dan tes soal materi program linear, selanjutnya dilakukan wawancara untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam terkait kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes. Pemilihan subjek wawancara sebanyak 6 siswa, yang terdiri dari 2 siswa AQ tinggi (climber), 2 siswa AQ sedang (camper), dan 2 siswa AQ rendah (quitter) berdasarkan kesalahan terbanyak dari tiap kategori AQ dan dapat dianalisis kesalahannya. Untuk mendapatkan keabsahan data maka dilakukan triangulasi metode, yaitu dengan cara meyelaraskan analisis data hasil tes soal program linear dan analisis data hasil wawancara terhadap siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian. Berdasarkan hasil analisis data menurut teori Newman, diperoleh hasil bahwa jenis kesalahan yang dilakukan siswa Climber dalam menyelesaikan soal program linear adalah siswa cenderung melakukan kesalahan memahami soal, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Bentuk kesalahan siswa Climber yaitu tidak menuliskan dengan lengkap apa yang diketahui maupun yang ditanyakan pada soal, kesalahan proses menghitung dalam menentukan titiktitik potong pada grafik pertidaksamaan dari fungsi kendala dan salah dalam menentukan titik potong agar didapat keuntungan yang maksimal, salah menuliskan hasil akhir dan tidak menuliskan kesimpulan setelah menemukan hasil akhir. Siswa Camper cenderung melakukan kesalahan memahami soal, kesalahan transformasi soal, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Bentuk kesalahan siswa Camper yaitu tidak tepat dan tidak lengkap dalam menuliskan apa yang diketahui pada soal, salah dalam mentransformasikan fungsi kendala pada soal ke model matematika dan salah dalam menuliskan tanda pertidaksamaan pada beberapa fungsi kendala, tdak dapat melanjutkan proses perhitungan menentukan titik potong pada grafik, dan tidak menuliskan kesimpulan. Sedangkan siswa Quitter cenderung mengalami kesalahan membaca soal, memahami soal, kesalahan transformasi soal, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Bentuk kesalahan siswa Quitter yaitu tidak membaca satuan nominal uang dengan benar, tidak menuliskan dengan lengkap apa yang diketahui pada soal, tidak dapat mentransformasikan fungsi kendala dan fungsi tujuan pada soal ke model matematika dengan lengkap, siswa tidak dapat melanjutkan proses perhitungan selanjutnya dan tidak menuliskan hasil akhir dan tidak menuliskan kesimpulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa Climber dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang sulit dikerjakan, mereka berusaha semaksimal mungkin hingga menemukan penyelesaiannya. Siswa Camper dalam mengerjakan soal matematika tidak berusaha semaksimal mungkin, mereka cenderung berusaha semampunya saja. Siswa Quitter dalam mengerjakan soal matematika cenderung mudah menyerah dan berhenti tanpa diiringi usaha lebih. Kesamaan yang ditemukan pada siswa Climber, Camper, dan Quitter yaitu semua subjek mengalami kesalahan memahami, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu (1) Bagi siswa, sebaiknya lebih sering berlatih menyelesaikan berbagai macam soal yang mengandung permasalahan dalam kehidupan sehari-hari agar terbiasa menggunakan metode penyelesaian yang sesuai dan meminimalisir kesalahan dalam menyelesaikan soal, (2) bagi guru, sebaiknya dalam proses pembelajaran lebih banyak memberikan contoh soal dan latihan soal yang bervariasi untuk melatih keterampilan siswa dalam merespon suatu permasalahan sehingga dapat membantu meminimalisir kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal, (3) bagi peneliti lain, sebaiknya mengembangkan penelitian ini dengan melakukan penelitian lanjutan. Soal yang digunakan dalam penelitian dapat dikembangkan, seperti memberikan kalimat pengecoh dalam soal dan memberikan lembar jawaban kosong kepada siswa tanpa menuntunnya untuk menyelesaikan soal sesuai dengan teori Newman sehingga dapat menganalisis kesalahan siswa secara lebih mendetail, serta lebih banyak mengambil subjek penelitian agar data yang diperoleh lebih maksimal.

Description

Reupload Repositori File 13 April 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By