Perbedaan Pengembangan Profesional Perawat ASN dan Non-ASN Di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jember

dc.contributor.authorNafis Kumala
dc.date.accessioned2026-02-24T06:27:33Z
dc.date.issued2025-03-14
dc.descriptionReupload file repository 24 Februari 2026_Ratna
dc.description.abstractRumah sakit dituntut untuk menyediakan layanan yang berkualitas sesuai standar yang telah ditentukan. Disamping tuntutan masyarakat, perubahan pada kebijakan kesehatan, kompleksitas profil pasien, alat-alat baru, teknologi, dan kemajuan pengetahuan juga mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan mereka. Dalam hal ini upaya pengembangan profesional perawat diperlukan guna meningkatkan kualitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Faktanya implementasi pada pengembangan profesional perawat di rumah sakit belum dapat dilaksanakan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya dukungan dari manajemen rumah sakit, keterbatasan waktu akibat beban kerja yang tinggi, serta minimnya akses terhadap pelatihan dan pendidikan lanjutan. Akibatnya, perawat tidak dapat mengembangakan keterampilan dan pengetahuan mereka secara maksimal. Perawat yang bekerja di rumah sakit umumnya memiliki status kepegawaian sebagai ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK, ditambah perawat Non-ASN. Perawat Aparatur Sipil Negara (ASN) umumnya memiliki akses yang lebih baik terhadap program pengembangan profesional karena berbagai bentuk dukungan yang disediakan oleh pemerintah. Dukungan ini meliputi pelatihan berkelanjutan, pendidikan formal, dan kesempatan untuk mengikuti seminar dan workshop. Sebaliknya, perawat Non-ASN sering menghadapi keterbatasan dalam akses ke program pengembangan profesional. Perawat Non-ASN kurang mendapatkan dukungan finansial untuk mengikuti pelatihan dan sering kali harus mencari peluang pengembangan profesional secara mandiri. Keterbatasan ini bisa mencakup biaya pendidikan, waktu luang untuk menghadiri seminar atau kursus, serta akses terhadap sumber daya pendukung lainnya yang diperlukan untuk pengembangan professional yang efektif. Akibatnya, kesenjangan dalam kompetensi antara perawat ASN dan Non-ASN dapat timbul. Dengan adanya perbedaan dalam pengembangan profesional ini, penting bagi kebijakan dan manajemen rumah sakit untuk mempertimbangkan upaya untuk mendukung pengembangan karir yang adil dan inklusif bagi semua perawat, independen dari status kepegawaian mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pengembangan profesional perawat ASN dan Non- ASN di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional deskriptif serta pengumpulan data yang dilakukan dengan metode pengisian kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jember khususnya RSD Balung dan RSD Kalisat. Responden penelitian ini adalah 146 perawat yang meliputi 89 perawat di RSD Balung dengan rincian 45 perawat ASN dan 44 perawat Non-ASN, 57 perawat di RSD Kalisat dengan rincian 28 perawat ASN dan 29 perawat Non-ASN yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Questionnaire Modified professional Development Of Nurses (Q-PDN) yang berjumlah 24 pertanyaan tertutup dengan rincian 8 pertanyaan pada indikator motivasi, 4 pertanyaan pada indikator kondisi, 6 pertanyaan pada indikator kegiatan penting, dan 6 pertanyaan pada indikator kegiatan atau aktivitas yang sebenarnya dilakukan dan telah dinyatakan valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat ASN memiliki pengembangan profesional yang baik (91,8%), sementara perawat Non-ASN juga mayoritas menunjukkan proporsi tinggi dalam kategori baik (95,9%). Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam pengembangan profesional antara kedua kelompok perawat ASN dan Non-ASN (p-value = 0,500). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam akses dan dukungan terhadap pengembangan profesional, baik perawat ASN maupun Non-ASN akan tetapi menunjukkan kategori baik untuk 2 kelompok perawat ASN dan Non-ASN dalam pengembangan profesional mereka. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan dukungan pengembangan karir bagi semua perawat.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: Dr. Ns. Dodi Wijaya, S.Kep., M.Kep Dosen Pembimbing Anggota: Ns. Nurfika Asmaningrum, S.Kep., M.Kep., Ph.D
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4300
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectRumah Sakit
dc.subjectperawat
dc.titlePerbedaan Pengembangan Profesional Perawat ASN dan Non-ASN Di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Nafis Kumala - 202310101011.pdf
Size:
3.79 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: