Hubungan Tingkat Konsumsi Dan Tingkat Hidrasi Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Sortasi Tembakau Kopa Tarutama Nusantara Jember
| dc.contributor.author | Dwi Aulia Rahmatin | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-13T01:44:35Z | |
| dc.date.issued | 2020-01-28 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 13 April 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Kelelahan kerja merupakan masalah yang umum terjadi pada masyarakat umum dan populasi pekerja. Kelelahan kerja dapat terjadi akibat faktor pekerjaan seperti lingkungan kerja, beban kerja, waktu kerja, faktor karakteristik individu yaitu usia, jenis kelamin, masa kerja, faktor nutrisi dan faktor hidrasi pekerja Kelelahan kerja dapat terjadi jika tingkat konsumsi zat gizi penghasil energi pada pekerja dibawah normal atau tidak sesuai dengan kebutuhan berdasarkan beban kerja yang dilakukan, selain itu kehilangan 2% cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan daya kerja dan mengakibatkan kelelahan. Sortasi tembakau merupakan salah satu jenis pekerjaan yang dilakukan di Kopa Tarutama Nusantara yang dalam pelaksanaanya monoton dan memilki beban kerja sedang sehingga dapat mengakibatkan kelelahan kerja. Kopa Tarutama Nusantara tidak memberikan fasilitas makan pada pekerja dan tidak menyediakan fasilitas minum, fasilitas minum hanya tersedia kadang-kadang dalam jumlah kurang dari kebutuhan pekerja yaitu sebanyak 50 liter untuk semua pekerja, dan tidak tersedia saat musim kemarau karena air merebus sendiri ditempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat konsumsi energi dan tingkat hidrasi dengan kelelahan kerja pada pekerja sortasi tembakau Kopa Tarutama Nusantara Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif serta termasuk dalam penelitian dengan desain cros sectional. Penelitian dilakukan di gudang Tarutama Nusantara Satu Desa Panca Karya Kecamatan Ajung Kabupaten Jember pada pekerja bagian sortasi. Penelitian dilakukan pada bulan September 2018 - April 2019. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner untuk faktor karakteristik individu dan pengukuran menggunakan formulir food recall untuk mengukur tingkat konsumsi, Indikator PH urin untuk mengukur tingkat hidrasi dan reaction timer untuk mengukur tingkat kelelahan kerja pada 57 orang pekerja. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah karakteristik individu yaitu usia dan masa kerja, tingkat konsumsi energi, serta tingkat hidrasi, sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah kelelahan kerja. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan dianalisis hubungan antar variabel dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja paling banyak berada pada rentang usia 30-49 tahun dan telah memiliki masa kerja > 10 tahun. Hasil pengukuran tingkat konsumsi energi, karbohidrat, protein, dan lemak didapatkan hasil pekerja paling banyak berada pada tingkat konsumsi defisit, sebanyak 39 orang (68,4%) memiliki tingkat konsumsi energi defisit. Rata rata tingkat konsumsi energi pekerja sebesar 1724 kkal dengan tingkat konsumsi maksimum sebesar 2379,1 kkal dan konsumsi minimum 655 kkal, rata-rata konsumsi karbohidrat sehari sebesar 139 gram, protein 86 gram dan lemak 112 gram, konsumsi maksimum karbohidrat sebesar 213 gram, protein 107 gram dan lemak 125 gram, konsumsi minimum karbohidrat sebesar 74 gram, protein 21 gram dan lemak 13 gram. Tingkat hidrasi pada pekerja paling banyak berada pada tingkat hidarsi kurang sebanyak 32 orang (56,1%) dan paling banyak pekerja mengalami kelelahan tingkat sedang sebanyak 30 orang (56,2%). Terdapat hubungan antara karakteristik individu usia dan masa kerja dengan kelelahan kerja nilai p value < 0,1 yaitu 0,001 dan 0,006, terdapat hubungan antara tingkat konsumsi energi dan tingkat hidrasi dengan kelelahan kerja nilai p value masing masing < 0,1 yaitu 0,000 dan 0,012 Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah perusahaan disarankan merekrut pekerja dengan usia produktif. Perusahaan disarankan meyediakan kantin yang menyediakan makanan yang bergizi dan terjangkau sehingga kebutuhaan konsumsi pekerja dapat terpenuhi, memberikan edukasi pada pekerja mengenai rekomendasi menu makan yang bergizi, serta mengkonsumsi makanan dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan, meyediakan fasilitas minum yang cukup sesuai dengan jumlah pekerja dengan konsumsi air minimum ≥ 2,8 liter untuk setiap pekerja, memberikan ventilasi atau kipas ditempat kerja untuk agar tempat kerja tidak panas dan pengap, memberikan seragam yang nyaman dan menyerap keringat. Pekerja dianjurkan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dalam jumlah yang cukup, serta minum 150-200 ml setiap 20-30 menit pekerja sebaiknya melakukan peregangan setelah 1-2 jam bekerja untuk mengurangi kebosanan yang dirasakan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes Dosen Pembimbing Anggota: Reny Indrayani, S.KM., M.KKK | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6834 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Kelelahan kerja | |
| dc.subject | lingkungan kerja | |
| dc.subject | beban kerja | |
| dc.subject | waktu kerja | |
| dc.subject | faktor karakteristik individu yaitu usia | |
| dc.subject | jenis kelamin | |
| dc.subject | masa kerja | |
| dc.subject | faktor nutrisi | |
| dc.title | Hubungan Tingkat Konsumsi Dan Tingkat Hidrasi Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Sortasi Tembakau Kopa Tarutama Nusantara Jember | |
| dc.type | Other |
