Analisis Penerapan Metode Activity Based Costing Dalam Menentukan Harga Pokok Produksi Batik Gajah Oling Pada UD Batik Tatsaka Kabupaten Banyuwangi
| dc.contributor.author | Siska Leli Mardiana | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-10T04:11:05Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-06 | |
| dc.description | Reupload file repositori 6 februari 2026_ratna/dea | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas tentang analisis penerapan metode Activity Based Costing dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP) Batik Gajah Oling di UD Batik Tatsaka Kabupaten Banyuwangi. HPP menjadi salah satu pertimbangan perusahaan saat akan memproduksi suatu barang maupun untuk menentukan harga jual barang. Tujuan adanya perhitungan HPP ini yaitu untuk mengetahui seberapa banyak pengeluaran biaya yang digunakan pada saat proses produksi sampai dapat menghasilkan barang yang diproduksi. Pada umumnya pelaku usaha kecil menengah tidak menerapkan perhitungan HPP dengan metode-metode yang tepat sehingga hanya berdasarkan perkiraan saja. Hal ini juga terjadi di UD Batik Tatsaka Banyuwangi yang menghitung harga pokok produksi hanya sebatas menambahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan overhead pabrik serta hanya berdasarkan perkiraan saja. Selain itu terdapat biaya lain yang terkait tidak dihitung dalam perhitungan HPP. Oleh karena itu peneliti sangat tertarik untuk menganalisis penerapan metode Activity Based Costing dalam menentukan HPP di UD Batik Tatsaka Banyuwangi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada UD Batik Tatsaka Banyuwangi khususnya untuk produk Batik Tulis dan Cap menggunakan metode Activity Based Costing. Penetapan lokasi penelitian dilakukan menggunakan metode purposive area dengan alasan bahwa UD Batik Tatsaka Banyuwangi merupakan pelaku usaha batik yang terkenal di Banyuwangi dan memiliki produk yang sangat diminati masyarakat karena harganya terjangkau. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data utama dan primer. Data utama berupa dokumen dan data yang berkaitan dengan perhitungan HPP seperti laporan keuangan, catatan biaya produksi, bukti transaksi dan lain sebagainya. Data primer berupa hasil wawancara terhadap narasumber meliputi pemilik dan karyawan bersangkutan. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui beberapa tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih biaya yang diperoleh pada perhitungan HPP dengan menggunakan metode tradisional dan metode Activity Based Costing. Perbedaan ini terletak pada hasil perhitungan HPP untuk produk Batik Tulis menggunakan metode tradisional menghasilkan harga sebesar Rp110.350 per potong kain, sedangkan hasil perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing menghasilkan harga sebesar Rp119.800 per potong kain. Kemudian untuk perhitungan HPP produk Batik Cap menggunakan metode tradisional Rp85.350 per potong kain, sedangkan menurut metode Activity Based Costing menghasilkan harga sebesar Rp 85.794 per potong kain. Berdasarkan perbedaan perhitungan tersebut diketahui terjadi selisih yang lebih rendah antara tradisional dibandingan dengan metode Activity Based Costing dengan selisih untuk Batik Tulis Rp5.469 dan Batik Cap Rp444. Hal ini menunjukkan perhitungan HPP yang diterapkan UD Batik Tatsaka mengalami undercosting. Perbedaan perhitungan HPP yang terjadi antara perhitungan menggunakan metode tradisional dengan metode Activity Based Costing tersebut terjadi dikarenakan terdapat beberapa biaya pada overhead pabrik yang tidak dimasukkan dan dihitung oleh UD Batik Tatsaka. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya penyusutan mesin, dan penyusutan bangunan dan penyusutan peralatan. Padahal secara ideal, biaya-biaya tersebut merupakan biaya penting yang perlu diperhitungkan juga dalam perhitungan biaya produksi. Selain itu, terdapat penerapan pembebanan biaya overhead pabrik di setiap produk yang berbeda. Pada metode tradisional pembebanan biaya overhead pabrik dibebankan di satu cost driver saja yang mengakibatkan terjadinya distorsi biaya pada harga pokok produksi. Sedangkan perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing dilakukan dengan membebankan biaya overhead pabrik ke berbagai cost driver yang dipakai sehingga metode ini bisa mengalokasikan biaya yang digunakan pada aktivitas produksi secara lebih tepat dengan melihat konsumsi di setiap produk. Oleh karena itu metode perhitungan HPP yang lebih tepat dilakukan pada perhitungan HPP pada Batik Gajah Oling UD Batik Tatsaka Kabupaten Banyuwangi adalah menggunakan metode Activity Based Costing karena dapat menyajikan perhitungan HPP yang sesungguhnya dan tepat. Apabila perhitungan yang dilakukan menghasilkan HPP yang tepat maka penetapan harga jual juga akan dapat ditentukan dengan tepat sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan yang lebih baik | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Hety Mustika Ani, S.Pd., M.Pd DPA: Tiara, S.Pd., M.Pd | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2574 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Harga Pokok | |
| dc.subject | Produksi Batik | |
| dc.title | Analisis Penerapan Metode Activity Based Costing Dalam Menentukan Harga Pokok Produksi Batik Gajah Oling Pada UD Batik Tatsaka Kabupaten Banyuwangi | |
| dc.type | Other |
