Analisis Teknis Penggunaan Serat Eceng Gondok Sebagai Bahan Alternatif Penguat Material Komposit Lambung Kapal

dc.contributor.authorMuhammad Nawang Izzulhaq
dc.date.accessioned2026-03-26T07:17:25Z
dc.date.issued2024-10-01
dc.descriptionReupload Repository Maya 25 Maret 2026
dc.description.abstractJagung merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil jagung di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan pada tahun 2020, Kabupaten Jember mampu memproduksi jagung sekitar 411.168 ton. Dari jagung utuh dapat menghasilkan 95% limbah yang dalam bagian ini salah satunya adalah kulit. Namun usaha pemenfaatan limbah kulit jagung masih belum optimal karena masih belum terolah secara sempurna. Para nelayan di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember dalam proses pembuatan kapal masih menggunakan bahan dasar fiberglass. Dari bahan fiberglass tersebut, masih terdapat baberapa kekurangan. Salah satunya tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami ketika didaur ulang. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai pengganti adalah serbuk kulit jagung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kekuatan uji tekan dari komposit berpenguat serbuk kulit jagung dengan berbagai macam perbandingan fraksi volume dan kandungan void yang terdapat didalamnya. Proses pembuatan serbuk dimulai dengan memotong kulit jagung menjadi kecil berukuran sekitar 0,5 cm x 0,5 cm supaya mempermudah dalam proses penghancuran. Kemudian memblender kulit jagung yang telah dipotong menjadi berukuran 50 mesh. Setelah serbuk didapatkan, mencampurkan dengan resin dan katalis sehingga terciptanya spesimen komposit. Fraksi volume yang digunakan yaitu 20%, 30%, 40% dan 50%. Standar yang digunakan dalam pengujian ini ASTM D790 dengan 5 spesimen per variasi. Hasil uji bending variasi fraksi volume 20% mendapat nilai 30,609 MPa; fraksi volume 30% mendapat nilai 27,536 MPa; fraksi volume 40% mendapat nilai 26,89 MPa; dan fraksi volume 50% mendapat nilai 25,124 MPa. Pengamatan fotomikro menggunakan digital mikroskop memperlihatkan bahwa semakin tinggi nilai dari fraksi volume maka semakin besar dan jumlah void semakin Dari hasil pengujian tersebut, nilai yang didapat masih belum dapat memenuhi stadar yang ditetapkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yaitu 150 MPa
dc.description.sponsorshipDPU : Pratama Yuli Arianto, S.T., M.T DPA : Hery Indria Dwi Puspita, S.Si., M.T
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5688
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectKomposisi
dc.subjectJagung
dc.subjectLambung kapal
dc.titleAnalisis Teknis Penggunaan Serat Eceng Gondok Sebagai Bahan Alternatif Penguat Material Komposit Lambung Kapal
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MUHAMMAD NAWANG IZZULHAQ - 181910701033.pdf
Size:
1.78 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: