Kenaikan Permukaan Air Laut: Menuju Statehood Model Pasca-Westphalia?
| dc.contributor.author | Muhammad Ghoris Firdaus Maulidi | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-24T01:36:47Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-29 | |
| dc.description | Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026 | |
| dc.description.abstract | Negara kepulauan kecil sedang dihadapkan dengan kenyataan bahwa wilayah yang mereka huni dalam menjalankan seluruh aspek kenegaraannya akan lenyap ditenggelamkan air laut. Perubahan iklim yang terus mengancam status kenegaraan mereka. Para ahli iklim dunia memprediksi beberapa dekade kedepan, beberapa negara kepulauan kecil akan terendam seluruhnya dengan air laut. Negara kepulauan kecil merespon insiden tersebut dengan berbagai macam deklarasi yang pada pokoknya perlindungan terhadap hak-hak mereka sebagai negara kepulauan dan statusnya sebagai negara berdaulat. Tantangan selanjutnya adalah upaya negara kepulauan mendefinisikan ulang Statehood yang dalam hukum internasional telah ideal didobrak dengan kepentingan mereka. Kerisauan akibat adanya kemungkinan akan lenyapnya teritorial mereka sebagai sarat ideal negara yang bercorak Westphalia bergeser tanpa wilayah ke arah Post-westphalia. Pada intinya statehood yang mereka rencanakan dimasa depan guna menghadapi dampak perubahan iklim ini sangat bergantung terhadap pengakuan. Berangkat dari keresahan tersebut penulis membahas sebuah topik unik dalam karya ilmiah berberntuk skripsi berjudul Kenaikan Permukaan Air Laut: Menuju Statehood Model Pasca-Westphalia?. Rumusan masalah yang akan diuraikan yaitu : (1) Bagaimana upaya negara kepulauan kecil menghadapi kenaikan permukaan air laut yang mengancam Kedaulatan wilayah mereka? (2) Apakah Statehood dan Sovereignty tetap dapat dipertahankan seiring dengan terus berkurangnya wilayah negara ?. Berdasarkan penelitian serta analisis perihal topik tersebut, ditemukan beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan dasar bagi mereka negara kepulauan kecil terdampak untuk tetap dapat mempertahankan status kenegaraan dan kedaulatannya meski dalam sekenario terburuk yakni kehilangan seluruh wilayahnya. Lantas, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah mengakui keberadaan mereka di masa depan ketika mereka tetap berdiri tanpa wilayah. Setelah beberapa preseden menunjukkan urgensi dari pengakuan seperti Sovereign Militer of Malta dan Vatican, mereka berpendapat bahwa dimasa depan apabila wilayah mereka benar benar sirna, negara kepulauan kecil terdampak tetap memiliki hak dan kewajiban sebagai negara berdaulat. Seperti hal-nya Tuvalu yang telah terlebih dahulu menggiring Statehood kearah metaverse juga dibahas dalam skirpsi ini. | |
| dc.description.sponsorship | Rian Adhivira Prabowo, S.H., M.H. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14310 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | FAKULTAS HUKUM | |
| dc.subject | Kenegaraan | |
| dc.subject | Kedaulatan | |
| dc.subject | Kenaikan Permukaan Air Laut | |
| dc.title | Kenaikan Permukaan Air Laut: Menuju Statehood Model Pasca-Westphalia? | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7
Loading...
- Name:
- 220710101140 - MUHAMMAD GHORIS FIRDAUS MAULIDI - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 515.27 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101140 - MUHAMMAD GHORIS FIRDAUS MAULIDI - BAB 1.pdf
- Size:
- 469.45 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101140 - MUHAMMAD GHORIS FIRDAUS MAULIDI - BAB 2.pdf
- Size:
- 468.1 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101140 - MUHAMMAD GHORIS FIRDAUS MAULIDI - BAB 3.pdf
- Size:
- 372.71 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101140 - MUHAMMAD GHORIS FIRDAUS MAULIDI - BAB 4.pdf
- Size:
- 591.73 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
