SARKASME DALAM KOMENTAR TREN INDO JOKES PADA AKUN TIKTOK @akubeingrandom: KAJIAN PRAGMATIK
| dc.contributor.author | Salsabila Amalia Putri Dasabri | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-15T00:27:08Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-19 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 15 Juli 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Perkembangan bahasa sebagai sebuah alat komunikasi bukan saja disebabkan oleh penggunanya. Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu alasan perkembangan bahasa. Bahasa bukan hanya digunakan sebagai sebuah alat komunikasi, namun juga sebagai sebuah jati diri penggunanya. Hal ini juga turut menyebabkan penggunaan bahasa yang berkembang hanya diketahui makna dan maksud oleh pengguananya. Perkembangan teknologi ini ditandai dengan munculnya media sosial sebagai sebuah sarana atau wadah untuk komunikasi jarak jauh yang lebih fleksibel dan mudah. Sosial media yang sedang marak digunakan saat ini salah satunya ialah, TikTok. Media sosial TikTok menjadi salah satu aplikasi media sosial yang banyak digunakan oleh banyak kalangan umur dan pekerja. Hal ini disebabkan oleh banyaknya fitur unik yang tersedia, selain itu media sosial ini juga menyediakan berbagai konten unik dan beragam dengan durasi video pendek yang mudah untuk digunakan. Perkembangan media sosial TikTok ini kemudian juga menimbulkan pengguanaan bahasa yang unik. Salah satu penggunaan bahasa yang unik dalam media sosial Tiktok dapat ditemukan dalam tren Indo jokes. Tren ini didasarkan pada interaksi sesama pengguna media sosial TiTtok khususnya Indonesia dengan memanfaatkan tren lainnya yang tengah viral. Tren ini biasa ditemukan dalam penggunaan fitur komentar dengan kalimat-kalimat lucu ini seolah tidak berarti dan tidak memiliki makna. Netizen yang tidak secara aktif menggunakan media sosial TikTok atau mengikuti tren yang sedang berkembang dalam media sosial tersebut akan sulit memahami makna dan maksud di baliknya. Penggunaan komentar dengan tren Indo jokes lebih banyak digunakan bukan hanya untuk memunculkan komentar lucu saja, namun juga untuk memberikan sindiran atau sesuatu yang bertolak belakang dengan opini netizen. Maka dari itu, peneliti tertarik menganalisis viii penggunaan komentar dengan tren Indo jokes mengandung sarkasme yang sulit dipahami, sehingga dapat menimbulkan konflik dalam interaksi media sosial. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Arief Rijadi, M.Si., M.Pd | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11271 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Perkembangan bahasa | |
| dc.subject | alat komunikasi | |
| dc.subject | Perkembangan teknologi | |
| dc.title | SARKASME DALAM KOMENTAR TREN INDO JOKES PADA AKUN TIKTOK @akubeingrandom: KAJIAN PRAGMATIK | |
| dc.type | Other |
